Lappung – 39 titik jalan nasional di Lampung rawan longsor saat mudik.
Pemudik yang melintasi jalan nasional di Lampung pada Lebaran 2025 perlu meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga : Hemat Biaya Mudik! ASDP Pangkas Tarif Kapal Express hingga 36 Persen di Merak-Bakauheni
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung telah memetakan sedikitnya 39 titik rawan longsor di sejumlah ruas jalan utama di provinsi ini.
Kepala BPJN Lampung, Susan Novelia, mengungkapkan bahwa pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan para pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
“Kami sudah melakukan identifikasi titik-titik yang rawan longsor di ruas jalan nasional yang menjadi kewenangan kami.
“Harapannya, dengan adanya pemetaan ini, pengguna jalan bisa lebih waspada dan pemerintah dapat melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan,” ujar Susan, Kamis, 20 Maret 2025.
Baca juga : Mudik 2025, Mendagri Minta Lampung Tingkatkan Keamanan di Jalur Rawan Begal
Berdasarkan hasil pemetaan BPJN, titik-titik longsor tersebar di berbagai wilayah dengan kondisi geografis yang didominasi tebing dan lereng curam.
Beberapa lokasi yang harus diwaspadai antara lain:
- Ruas Simpang Tanjung Karang – Kilometer 10, yang kerap mengalami longsor pada lereng dan bahu jalan.
- 2 titik rawan longsor di ruas Balimbing, Kota Agung Timur, yang berada di area jalan tebing.
- Sebanyak 18 titik longsor di ruas jalan Kota Agung – Bengkunat, mengingat jalur ini memiliki banyak tebing dan jurang di sisi kanan dan kiri jalan.
- Lintas Barat, termasuk dua titik di ruas jalan utama dan tiga titik di ruas jalan Lemong Lintas Barat.
- 5 titik rawan longsor di ruas Kota Liwa – Simpang Gunung Kemala serta beberapa lokasi lainnya di Krui, Liwa, dan Bukit Kemuning.
39 Titik Jalan Nasional di Lampung Rawan Longsor Saat Mudik
Baca juga : Lampung Perketat Pengawasan ODOL, Siapkan Jalur Darurat untuk Mudik 2025
Selain rawan longsor, BPJN juga mengidentifikasi sejumlah titik yang kerap mengalami banjir, seperti di perbatasan Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur, serta kawasan Pringsewu akibat sistem drainase yang kurang optimal.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat longsor, BPJN Lampung berencana menyiagakan alat berat dan tim siaga bencana di beberapa titik strategis.
Selain itu, pemudik diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mencari informasi terkini sebelum melakukan perjalanan.
“Kami juga mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di daerah rawan longsor dan banjir.
“Jika terjadi hujan deras, sebaiknya tunda perjalanan atau gunakan jalur alternatif yang lebih aman,” pungkas Susan.
Baca juga : Merak-Bakauheni Siap Sambut Pemudik, Wamenhub: Jangan Ragu Naik Kapal Feri!





Lappung Media Network