Lappung – 44 ribu pengangguran di Bandarlampung, Darma Setiyawan ungkap soal investor dan pelatihan.
Situasi pengangguran di Bandarlampung menjadi perhatian serius bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Baca juga : UU Ciptaker Dongkrak Nilai Investasi Sepanjang Tahun 2022
Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Bandarlampung menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di ibu kota provinsi ini mencapai angka tertinggi se-Lampung.
Menurut data BPS Bandarlampung, angka pengangguran pada tahun 2022 lalu di Kota Tapis Berseri ini 7,91 persen atau 44.800 jiwa.
Hal ini pun menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah kota untuk mengambil tindakan tegas dalam menangani permasalahan ini.
Salah satu langkah yang diusulkan oleh anggota DPRD adalah memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dan mengundang investor untuk mendukung pekerjaan lokal.
Anggota DPRD Bandarlampung fraksi partai Gerindra, MI Darma Setiyawan mengatakan, bahwa perlu melibatkan pelatihan kerja yang lebih intensif untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.
Baca juga : Arinal Djunaidi Fokus Bangun Desa
“Selain itu, kita juga harus menjalin kerja sama yang lebih erat dengan investor untuk menciptakan lapangan kerja,” ujar Darma, Selasa, 21 Agustus 2023.
PR Wali Kota Jelang Pilwakot 2024
Tentu, investasi dan peran Balai Latihan Kerja (BLK) memiliki peran kunci dalam menekan angka pengangguran.
Menurut Darma, investor dapat menciptakan lapangan kerja baru, sementara BLK dapat memberikan pelatihan keterampilan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja lokal.
“Kerja sama yang erat antara kedua entitas ini dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran,” ungkapnya.
Beberapa di antaranya adalah:
Pembukaan lapangan kerja, investor yang berinvestasi di Bandar Lampung memiliki potensi untuk membuka perusahaan baru atau memperluas bisnis mereka.
“Ini akan menciptakan peluang kerja langsung bagi warga setempat,” jelasnya.
Lalu, pelatihan keterampilan, BLK dapat berperan penting dalam melatih tenaga kerja lokal agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar kerja.
Baca juga : 6 Titik Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Karhutla
Pelatihan ini dapat mencakup berbagai bidang, seperti teknologi, manufaktur, dan layanan.
Pemerintah, sambung Darma, pun dapat mendorong investor untuk berinvestasi dalam sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja lokal.
“Ini bisa dilakukan melalui insentif dan kesepakatan khusus antara pemerintah dan investor,” kata dia.
44 ribu pengangguran Bandarlampung. Darma Setiyawan: Investor dan Pelatihan
Selain itu, ada pula program magang. Program magang dapat menghubungkan BLK, investor, dan siswa atau calon pekerja.
Di mana nantinya memberikan pengalaman kerja praktis kepada siswa dan membantu mereka membangun koneksi dengan potensial majikan.
Upaya bersama antara DPRD dan pemerintah dalam hal ini Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.
Bersama dengan partisipasi aktif masyarakat, dapat membantu mengatasi pengangguran dan menciptakan peluang kerja yang lebih baik di Bandarlampung
Dengan sinergi antara investor dan BLK, diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung penurunan angka pengangguran di Bandar Lampung.
“Nantinya memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat,” tandasnya.
Baca juga : PT Nestle Indonesia dan Apindo Bahas Pengembangan Investasi





Lappung Media Network