Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    05/02/2026
    in Metropolitan
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    Ilustrasi dampak ganda kebijakan "Gentengisasi" di Lampung, mempercantik wajah desa sekaligus menghidupkan kembali ekonomi pengrajin tanah liat lokal. Foto: Arsip Lappung/DBS/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah warga dari seng atau asbes menjadi genteng tanah liat, dinilai lebih dari sekadar urusan memoles wajah pemukiman agar sedap dipandang dari udara.

    Bagi Provinsi Lampung, kebijakan ini adalah angin segar yang berpotensi menghidupkan kembali dapur-dapur pengrajin lokal yang sempat meredup.

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut langkah “Gentengisasi” sebagai intervensi ekonomi strategis.

    Menurutnya, kebijakan tersebut menyentuh langsung jantung industri rakyat di wilayah-wilayah sentra produksi genteng legendaris seperti Pringsewu, Pesawaran, hingga Lampung Tengah.

    “Kita harus jeli melihat ini. Visi Presiden Prabowo sebenarnya sedang membangunkan raksasa tidur di sektor material lokal.

    “Ini bukan retorika panggung kampanye, tapi keberpihakan konkret pada ekonomi kerakyatan,” tegas Mahendra dalam keteranganya, Kamis, 5 Februari 2026.

    Efek Domino

    Dalam kacamata Mahendra, perintah penggunaan genteng tanah liat secara massal akan memicu demand shock atau lonjakan permintaan yang drastis.

    Ia menganalogikan hal ini dengan Big Push Theory dari ekonom Paul Rosenstein-Rodan, satu dorongan besar pada investasi atau permintaan akan menyeret sektor lain untuk ikut bergerak.

    Efeknya, kata dia, tidak hanya dinikmati oleh pemilik tungku pembakaran. Rantai pasok di level akar rumput akan ikut berputar kencang.

    “Ini efek ungkit yang nyata. Ketika pesanan genteng meledak, penggali lempung bekerja, penyedia kayu bakar atau gas laku, jasa angkutan pun kebagian rezeki.

    “Uangnya berputar di desa, tidak mengendap di bank-bank kota besar,” ulasnya.

    Ujian Gubernur

    Kendati demikian, Mahendra mengingatkan bahwa implementasi di lapangan tidak akan semudah membalik telapak tangan.

    Bola panas kini berada di tangan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, beserta para kepala daerah tingkat dua.

    Agar instruksi presiden ini tidak terjebak menjadi proyek seremonial belaka, Mahendra menyodorkan 3 catatan krusial bagi Pemda.

    Pertama, soal standardisasi kualitas. Pemda wajib turun tangan mendampingi pengrajin agar produk genteng yang dihasilkan presisi dan awet, bukan kualitas rendah yang mudah pecah.

    Kedua, proteksi harga. Ia mewanti-wanti potensi munculnya penumpang gelap dalam rantai distribusi.

    “Jangan sampai ada spekulan atau tengkulak yang memakan margin keuntungan pengrajin saat permintaan sedang tinggi-tingginya,” ingat Mahendra.

    Ketiga, modernisasi alat produksi. Intervensi teknologi pembakaran dan mesin pres modern dinilai mutlak diperlukan agar suplai tidak mandek, terutama saat musim penghujan tiba.

    Kesehatan dan Lingkungan

    Di luar hitung-hitungan ekonomi, Mahendra juga menyoroti aspek kelayakan huni (livability).

    Genteng tanah liat dinilai jauh lebih manusiawi dibanding asbes yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker) atau seng yang mengubah rumah menjadi ‘oven’ saat siang hari.

    Namun, ia menutup analisisnya dengan sebuah peringatan lingkungan.

    Eksploitasi tanah lempung untuk bahan baku genteng harus dikendalikan dengan regulasi yang ketat.

    “Pemerintah harus waspada. Reklamasi lahan bekas galian harus jadi satu paket tak terpisahkan dalam regulasi Gentengisasi ini.

    “Jika dikelola presisi, industri desa ini akan jadi tulang punggung ekonomi regional, sekaligus penghormatan pada keringat pengrajin kita,” pungkasnya.

    Tags: #EkonomiLampung#Gentengisasi#GubernurLampung#MahendraUtama#PrabowoSubiantoLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Kawal Kinerja 2026

    Next Post

    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat

    Related Posts

    Maulid Arbain
    Metropolitan

    Maulid Arbain Malam ke-4 di Makam Keramat Kupang, Doa untuk Kemerdekaan RI ke-81

    16/08/2026
    Hari Lahir Pancasila 2026
    Metropolitan

    Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

    03/06/2026
    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • HUT Ke-60 Karang Taruna: PPKT Lampung Dialog dengan Ketum PNKT Budi Djiwandono

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ekspor Komponen Otomotif Melonjak 41 Persen, Indonesia Naik Kelas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • MotoGP Mandalika 2026: Warisan Sosial dan Kolaborasi Lintas Sektor

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • KPH Pesawaran Sukses Kelola Kemiri, Iskandar Buktikan Kolaborasi Pentahelix

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kolaborasi Kemiri NTB Jadi Model, Lampung BISA Siapkan KPH Pesawaran

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved