Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Ekspor Komponen Otomotif Melonjak 41 Persen, Indonesia Naik Kelas.
Ekspor Komponen Otomotif Melonjak 41 Persen, Indonesia Naik Kelas
Oleh: Mahendra Utama*
Indonesia mencatat tonggak penting dalam industri otomotif nasional. Ekspor komponen otomotif melonjak 41 persen sepanjang Januari-Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini menegaskan transformasi peran Indonesia dari sekadar pasar kendaraan global menjadi basis produksi dan mitra rantai pasok regional.
Dari Pasar Menuju Basis Produksi
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan pergeseran strategis ini. “Kita tidak lagi menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat regional untuk investasi,” ujar Faisol saat membuka Automechanika Jakarta 2026.
Produksi kendaraan domestik tumbuh 13,4 persen secara tahunan menjadi sekitar 859.256 unit, sementara penjualan wholesales naik 20,1 persen.
Relevansi Teori Rantai Nilai Global
Dalam kerangka Global Value Chain (GVC) Governance yang dikemukakan Gary Gereffi, industri otomotif Asia Tenggara secara historis bersifat producer-driven dan hierarkis, didominasi pabrikan Jepang.
Peningkatan ekspor komponen menunjukkan Indonesia mulai bergerak naik dalam tangga nilai tambah dari perakitan menuju manufaktur komponen bernilai tinggi.
Data GIAMM mencatat industri komponen nasional telah menembus lebih dari 100 negara tujuan ekspor.
Apresiasi dan Proyeksi
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten mendorong kemandirian industri otomotif. “Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” tegas Prabowo.
Rasio kepemilikan mobil yang baru 99 unit per 1.000 penduduk jauh di bawah Malaysia (678) dan Thailand (275) membuktikan ruang ekspansi pasar domestik masih sangat besar.
Apresiasi patut diberikan kepada Presiden Prabowo dan Wamenperin Faisol Riza atas arah kebijakan yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global. (*)
————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network