Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Aksesibilitas Ciputra Sentul ke Bandara Halim dan Gambir.
Aksesibilitas Ciputra Sentul ke Bandara Halim dan Gambir
Oleh: Mahendra Utama*
Konektivitas sebagai Penentu Nilai Kawasan
Teori Transit-Oriented Development (TOD) dan konsep ekonomi ruang Peter Nijkamp menegaskan bahwa efisiensi waktu tempuh serta friction of distance berbanding lurus dengan nilai ekonomi kawasan. Ciputra Sentul diuji melalui dua simpul krusial: Bandara Halim Perdanakusuma dan Stasiun Gambir.
Halim Perdanakusuma: Simpul Domestik Terdekat
Dengan jarak 35–40 km, Halim menjadi gerbang udara terdekat. Waktu tempuh tercepat 30–45 menit via Tol Jagorawi menuju Cawang/Halim; saat jam sibuk 1–1,5 jam.
Mobil pribadi dan taksi online menjadi moda tercepat door-to-door, unggul bagi profesional dengan mobilitas domestik tinggi.
Gambir: Menembus Jakarta Pusat
Stasiun Gambir berjarak 45–50 km. Perjalanan lancar 45–60 menit, sedangkan jam sibuk 1,5–2 jam. Rute Sentul Selatan–Tol Jagorawi–Tol Dalam Kota–Jakarta Pusat memangkas hambatan spasial secara signifikan. Jaringan tol terintegrasi memperkuat aksesibilitas Ciputra Sentul ke pusat kegiatan bisnis.
Implikasi Infrastruktur
Konektivitas tol memperkuat daya tarik Ciputra Sentul sebagai hunian dengan akses cepat. Namun, ketergantungan pada kendaraan pribadi perlu diimbangi integrasi LRT Jabodebek dan bus pemadu moda agar prinsip TOD berkelanjutan. (*)
—————————-‐———–‐—————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network