Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Way Kanan 2026: PDRB Melaju, Mampukah Kepemimpinan Ayu Menyejahterakan?
Way Kanan 2026: PDRB Melaju, Mampukah Kepemimpinan Ayu Menyejahterakan?
Oleh: Mahendra Utama*
Data awal 2026 memberi sinyal positif: ekonomi Way Kanan tumbuh 5,11 persen (yoy), dengan triwulan I bahkan menyentuh 5,61 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata historis 2023 sebuah perbaikan momentum yang patut dicatat. PDRB per kapita diproyeksikan menapaki Rp40,96 juta, meski masih berjarak dari rata-rata provinsi.
Infrastruktur Energi dan Pertanian
Bupati Ayu Asalasiyah tampak memahami akar persoalan: sektor pertanian menopang 34,25 persen PDRB dan 57,57 persen tenaga kerja.
Kebijakannya mendorong perluasan jaringan listrik ke persawahan untuk menggantikan pompa berbahan bakar minyak.
Ini bukan kebijakan simbolik, melainkan intervensi langsung pada biaya produksi petani. Dalam kerangka ekonomi kelembagaan, efisiensi energi di level produsen primer adalah prasyarat peningkatan nilai tambah.
SIKOP dan Logika Kolaborasi
Ayu juga menginisiasi SIKOP sebagai instrumen percepatan pembangunan lintas sektor. Pendekatan ini sejalan dengan teori kepemimpinan kolaboratif: kapasitas daerah tidak semata ditentukan APBD, tetapi oleh kemampuan merangkai aktor.
Buktinya, Pemkab mengarahkan CSR perusahaan ke empat klaster prioritas SDM, ekonomi lokal, kebutuhan dasar, dan lingkungan.
Namun, antusiasme perlu diuji. Ketergantungan pada dana transfer masih tinggi; efisiensi TKD bahkan memangkas pendapatan daerah Rp164 miliar pada 2026.
Menurut saya, “tanpa basis fiskal lokal yang kuat, keberlanjutan program bergantung pada konsistensi eksekusi”.
Kesimpulan
Tren 2026 lebih baik, tetapi kesejahteraan hanya akan terkonsolidasi bila surplus pertumbuhan menyentuh petani dan kecamatan tertinggal bukan berhenti di angka statistik. (*)
———————————————-‐—————-
* Penulis: Mahendra Utama, Eksponen 98.





Lappung Media Network