Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: LEIF 2026: Hilirisasi Lampung dan Strategi Modal Berkelanjutan.
LEIF 2026: Hilirisasi Lampung dan Strategi Modal Berkelanjutan
Oleh: Mahendra Utama*
Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 pada 4 November di Jakarta menandai babak baru pembangunan daerah: dari sekadar pemilik potensi menjadi mitra investasi strategis. Forum ini tidak sekadar seremoni, melainkan ujian atas kesiapan ekosistem investasi Lampung.
Hilirisasi sebagai Mesin Nilai Tambah
Sektor pertanian menyumbang hampir 28% PDRB Lampung, namun sebagian besar komoditas masih dijual mentah.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan arah kebijakan hilirisasi harus menyentuh akar persoalan.
“Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kami fokus mengembangkan investasi tapi dari tingkat terkecil yaitu di desa-desa,” ujarnya.
Mirza menambahkan, “Kita punya banyak potensi, tetapi masih kekurangan industri hilirisasi”.
Pernyataan ini sejalan dengan teori pertumbuhan endogen yang menempatkan inovasi dan kapasitas produksi lokal sebagai penentu utama pertumbuhan jangka panjang, bukan semata akumulasi modal.
Dari 12 Proyek ke Kepercayaan Investor
Pemprov menyiapkan 12 proyek unggulan yang sebagian telah siap lahan dan akan groundbreaking, mencakup pertanian, kawasan industri, pariwisata premium, dan energi terbarukan.
Gubernur Mirza menekankan posisi pemerintah sebagai fasilitator: “Pemerintah harus menjadi enabler, menciptakan kepastian dan iklim investasi yang sehat”.
Dengan sekitar 200 peserta dan 50–60 investor domestik serta asing, LEIF 2026 menjadi tolok ukur apakah hilirisasi mampu mengubah struktur ekonomi Lampung secara berkelanjutan. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network