Lappung – Provinsi Lampung dan lada hitam adalah dua entitas yang tak terpisahkan dalam peta komoditas Indonesia.
Sebagai produsen utama, Lampung telah mengukuhkan reputasinya sebagai penghasil emas hitam yang aromanya tak hanya menyedapkan masakan, tetapi juga mengharumkan nama bangsa di pasar global.
Baca juga : 4 Komoditas Unggulan Lampung Timur
Di tengah dinamika harga dunia, denyut nadi produksi lada di Sai Bumi Ruwa Jurai tetap berdetak kencang, ditopang oleh 6 kabupaten yang menjadi tulang punggung utama.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memaparkan bahwa kekuatan Lampung sebagai produsen lada tidak terpusat di satu wilayah, melainkan tersebar dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing.
“Lampung memiliki sejarah panjang sebagai andalan lada Indonesia.
“Kekuatan ini dijaga oleh para petani di enam kabupaten kunci yang hingga hari ini terus berjuang mempertahankan warisan agrikultur tersebut,” ujar Mahendra, Kamis, 16 Oktober 2025.
Berikut adalah pemetaan 6 kabupaten yang menjadi sentra produksi lada hitam di Lampung menurut Mahendra Utama.
Baca juga : Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi
1. Lampung Utara: Sang Pelopor Sejarah
Kabupaten ini bisa disebut sebagai kampung halaman lada hitam di Lampung.
Wilayah seperti Abung dan Kotabumi memiliki tradisi perkebunan lada yang diwariskan secara turun-temurun.
“Meskipun dihadapkan pada fluktuasi harga, petani di Lampung Utara menunjukkan resiliensi yang tinggi dengan hasil panen yang relatif stabil,” jelas Mahendra.
2. Lampung Barat: Motor Penggerak Produksi
Menjadi motor penggerak baru, Lampung Barat menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan.
Pada tahun 2024, produksinya tercatat mencapai 2.698 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 3.520 ton tahun ini.
“Dukungan aktif pemerintah daerah melalui program rehabilitasi tanaman dan kemitraan ekspor menjadi bukti adanya upaya serius untuk memajukan sektor ini,” ungkapnya.
3. Tanggamus: Unggul dalam Kualitas Aroma
Berkat kondisi geografis yang sejuk dan tanah yang subur, lada hitam dari Tanggamus memiliki keunggulan kompetitif pada aromanya yang kuat.
Kualitas premium inilah yang membuatnya menjadi incaran utama industri pengolahan rempah nasional.
“Kualitas memang tidak pernah bohong, dan Tanggamus membuktikannya,” kata Mahendra.
4. Waykanan: Adaptasi Menuju Pertanian Berkelanjutan
Petani di Waykanan mulai bergerak menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Mahendra, kesadaran ini didorong oleh tuntutan pasar ekspor, terutama dari Vietnam dan Eropa, yang mensyaratkan standar keberlanjutan.
“Ini bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan strategis agar produk kita tetap kompetitif di pasar global,” tegasnya.
5. Lampung Timur: Inovasi Hilirisasi di Tingkat Lokal
Meskipun dikenal juga sebagai lumbung singkong, Lampung Timur menunjukkan potensi unik dalam hilirisasi lada.
Gerakan yang dimotori oleh koperasi dan UMKM lokal mulai mengolah rempah mentah menjadi produk bernilai tambah.
Ini adalah langkah awal yang strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi lada di tingkat petani.
6. Pesisir Barat: Potensi Baru yang Menjanjikan
Sebagai pemain yang relatif baru, Pesisir Barat dengan cepat menarik perhatian.
Lahan subur di sepanjang kaki Bukit Barisan Selatan menghasilkan lada dengan kadar minyak atsiri yang tinggi, sebuah parameter kualitas yang sangat dicari eksportir.
“Para eksportir sudah mulai melirik Pesisir Barat. Ini adalah potensi besar yang harus dikelola dengan baik ke depannya,” tutur Mahendra.
Optimisme Ekspor
Harapan akan kebangkitan lada Lampung semakin menguat dengan adanya proyek “Lada Lestari Lampung”.
Melalui inisiatif ini, ratusan ton lada hitam berkualitas telah berhasil kembali menembus pasar Vietnam, salah satu pasar kunci di Asia Tenggara.
“Capaian ekspor ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah bukti nyata bahwa petani Lampung masih menjadi penjaga sejati warisan emas hitam Indonesia.
“Semoga kejayaan ini akan semakin kokoh di masa depan,” tutup Mahendra Utama.
Baca juga : Saatnya Kopi Lampung Naik Kelas: Bukan Cuma Komoditas, Tapi Identitas
