Lappung – 65 persen penduduk Bandarlampung berada di usia produktif.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 65,48 persen atau sekitar 702.887 jiwa dari total penduduk Kota Bandarlampung berada di usia produktif, yaitu kelompok usia 15-59 tahun.
Baca juga : 12 Siswa SD di Bandarlampung Keracunan Jajanan Sekolah, Dinkes Turun Tangan
Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi di kota ini.
Mengingat dominasi populasi produktif yang dapat menjadi motor penggerak berbagai sektor ekonomi.
BPS juga mencatat bahwa jumlah total penduduk di Kota Bandarlampung per Juni 2024 mencapai 1,07 juta jiwa.
Dari jumlah tersebut, sekitar 24 persen atau 257.651 jiwa adalah anak-anak berusia 0-14 tahun.
Sementara 1,52 persen atau 112.913 jiwa merupakan penduduk lanjut usia yang berusia di atas 60 tahun.
Meskipun populasi usia produktif mendominasi, angka pertumbuhan penduduk di Bandarlampung justru mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan BPS, pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) wilayah ini dalam 5 tahun terakhir tercatat sebesar 0,76 persen.
Baca juga : Mantan Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno Tutup Usia
Angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan data Desember 2021 dan 2023.
Tantangan dan Potensi
BPS menyebutkan bahwa meskipun angka pertumbuhan penduduk menurun, tingginya populasi produktif tetap membuka peluang besar bagi Bandarlampung untuk terus meningkatkan potensi ekonominya.
65 Persen Penduduk Bandarlampung Berada di Usia Produktif
Usia produktif biasanya terkait dengan tenaga kerja yang aktif dan potensi konsumsi yang tinggi, yang secara langsung berdampak pada peningkatan daya beli dan pertumbuhan sektor usaha.
Kondisi Wilayah dan Peringkat
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Lampung, Bandarlampung berada di urutan 5 besar dalam hal jumlah penduduk.
Baca juga : AI Bantu Perketat Pengawasan Orang Asing di Bandarlampung
Secara nasional, jika dikelompokkan berdasarkan wilayah pulau, kota ini berada di peringkat 10 besar.
Meski demikian, kehadiran lebih dari 257 ribu anak-anak dan lebih dari 112 ribu penduduk lansia juga menjadi perhatian serius.
Hal ini menuntut pemerintah untuk memastikan bahwa layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas sosial lainnya dapat mencakup seluruh kelompok usia dengan baik.
Dengan bonus demografi yang signifikan, Kota Bandarlampung memiliki peluang besar untuk terus tumbuh sebagai salah satu pusat ekonomi di Provinsi Lampung.
Namun, keberhasilan memanfaatkan potensi tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan semua pihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Baca juga : Simpel dan Cepat, Layanan Drive Thru SIM Hadir di Bandarlampung
