Lappung – Mahasiswa UIN RIL meriahkan Sanggar Bahasa dan Sastra Melayu di Thailand.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UIN Raden Intan Lampung (RIL) berpartisipasi dalam kegiatan “Sanggar Bahasa dan Sastra Melayu” generasi ke-10 di Thailand.
Baca juga : Dharma Wanita Kemen PUPR Sambangi Gerai Dekranasda Lampung
Mereka turut andil meriahkan acara yang mengusung tema “Mengimbas Kembali Sirah Kejatuhan Bangsa Melalui Keterampilan Bahasa dan Sastra untuk Membangkitkan Semangat Rakyat Fathoni”.
Dengan semangat menggelegar mereka tampil pada pertunjukan pembacaan puisi dalam 4 bahasa yakni Indonesia, Inggris, Arab, dan Melayu.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa semester 5 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Melayu (PBSM) Fakultas Tarbiyah, Kolej Islam Syeikh Daud Al-Fathoni (KISDA) Thailand.
Hal itu sebagai pemenuhan tugas mata kuliah sanggar sastra sebelum melaksanakan ujian tengah semester.
Dalam rangkaian kegiatan yang bertempat di Bilik Mesyuarat 3 (TVM) ini, para mahasiswa PBSM memberikan sebuah persembahan.
Baca juga : Erick Thohir Raih FIBA President’s Award. Mahendra Utama: Indonesia Makin Dipandang Dunia
Persembahan itu berupa pidato, nasyid, puisi, pantun, seloka, gurindam, dan hal lain yang serupa.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa PBSM untuk mengenalkan, menjaga, dan melestarikan kebudayaan melayu Fathoni.
Dengan menampilkan pertunjukan yang berkaitan dengan sastra,” ucap Haris selaku peserta kegiatan dan mahasiswa PBSM, Senin, 28 Agustus 2023.
Mahasiswa UIN RIL meriahkan Sanggar Bahasa dan Sastra Melayu di Thailand
Sementara Ketua Jurusan PBSM, Ustadz Abdul Qoni menyampaikan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai majelis pertunjukan bahasa dan sastra.
“Kebudayaan yang beragam dan beraneka harus kita junjung. Kita harus sadar bahwa kebudayaan itu sangat penting dalam kehidupan karena menjadi identitas sebuah bangsa,” tandasnya.
UIN RIL
Sekadar informasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tertua dan terbesar di Lampung.
Baca juga : Arinal Djunaidi Apresiasi Kirab dan Pawai Kendaraan Hias, Jadi Momen Kebersamaan
Dalam lintas perjalanan sejarahnya, pada April tahun 2017 UIN Raden Intan merupakan hasil transformasi dari IAIN Raden Intan Lampung yang berkembang dalam beberapa fase.
Yaitu: fase rintisan dan pendirian, fase pembangunan, fase pengembangan, dan fase alih status.
Dan pada tahun 2017 itu pula, menjadi awal perubahan arah pengembangan pendidikan tinggi di UIN Raden Intan Lampung.
Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2017 tanggal 7 April 2017, yang juga mempengaruhi arah pengembangan UIN Raden Intan Lampung.
Pada bulan April 2017, Peraturan Presiden tentang Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung diundangkan.
Sehingga sejak 2017 diresmikan menjadi UIN RI Lampung dengan pengembangan beberapa fakultas dan program studi bidang sains dan teknologi.
Baca juga : Muli Lampung Timur Juara Duta Kebudayaan Tingkat Nasional





Lappung Media Network