Lappung – Kaji kemiskinan ekstrem, dosen Unila raih doktor di UGM.
Kemiskinan masih menjadi persoalan yang menghantui bagi banyak negara dunia termasuk di Indonesia.
Baca juga : 2 Ribu Warga Tulangbawang Barat Terdampak Kemiskinan Ekstrem
Upaya pengentasan kemiskinan pun, khususnya kemiskinan ekstrem menjadi tujuan utama dalam agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030.
Pada tahun 2022 tercatat jumlah penduduk miskin di Indonesia 26.161,19 ribu jiwa dan hampir setengahnya ada di provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Sedangkan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Indonesia yang diukur dengan rasio gini mengalami sedikit peningkatan, yaitu dari 0,381 pada September 2021 menjadi 0,384 pada Maret 2022.
Sementara itu upaya kemiskinan dan mengurangi ketimpangan di Indonesia dihadapkan dengan beberapa isu dan tantangan.
Salah satunya adalah perubahan indikator kemiskinan yang menyebabkan tingkat kemiskinan Indonesia meningkat berdasarkan standar internasional.
Hal tersebut dipaparkan Asih Murwiati, mahasiswa program doktor FEB UGM, dalam ujian terbuka program doktor, di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu, 9 September 2023.
Dengan disertasi berjudul Dekomposisi Kemiskinan dan Ketimpangan, Deprivasi Multidimensi Pada Anak-anak dan Kemiskinan Ekstrem.
Baca juga : Petani Dimiskinkan. M Atras Mafazi: Jangan Diam
“Tantangan lainnya yaitu tetap mempertahankan tren penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia apabila terjadi shock pada perekonomian karena pandemi Covid-19.
“Akhirnya berakibat pada penurunan tingkat kesejahteraan sebagian besar rumah tangga di Indonesia,” papar Asih Murwiati, dalam ujian terbuka.
Dosen FEB Unila ini juga melakukan penelitian mengenai kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS 1997, 2000, 2007 dan 2014).
Hasilnya diketahui bahwa variabel komposit perlindungan sosial secara statistik signifikan.
Kondisi ini menunjukkan peran program perlindungan sosial sangat diperlukan dalam upaya penurunan ketimpangan.
Selain itu, ketimpangan pendidikan memiliki angka tertinggi yang mengindikasikan ketimpangan di bidang pendidikan sangat krusial dan perlu solusi kebijakan yang efektif.
Temuan lain menunjukkan kelompok deprivasi sedang merupakan kelompok dengan jumlah penderita deprivasi terbanyak.





Lappung Media Network