Polanya konsisten pada setiap periode survei. Namun, pola pergeseran pada kelompok rendah dan tinggi belum konsisten mengalami penurunan.
Baca juga : Debu Batu Bara Tanjungbintang Bikin Risau
Pola deprivasi yang terjadi berdasar kelompok umur memberikan indikasi bahwa pada masing-masing kelompok umur terdapat pola pergerakan turun atau naik yang tidak konsisten.
Hal ini terjadi pada anak-anak yang berada pada umur tertinggi pada masing-masing kelompok.
“Pengeluaran rumah tangga pada 4 periode survei mengalami perubahan yang disebabkan oleh karakteristik rumah tangga secara gradual.
“Variabel bebas secara gradual memiliki pengaruh signifikan pada tiap periode. Pada sisi kemiskinan ekstrem, pendidikan dan jenis kelamin kepala rumah tangga menentukan status miskin ekstrem,”paparnya.
Kaji kemiskinan ekstrem, dosen Unila raih doktor di UGM
Lebih lanjut Asih merekomendasikan evaluasi rutin terhadap skema perlindungan sosial.
Sebab, dapat memberi kontribusi besar terhadap penurunan kemiskinan dan ketimpangan dengan kajian spasial yang akan mampu menangkap karakteristik kedaerahan.
Sementara dalam menyusun kebijakan anti kemiskinan diharapkan dapat meningkatkan fokus pada peningkatan kesejahteraan ana-anak.
Hal ini perlu dilakukan mengingat anak-anak adalah kelompok rentan miskin. Deprivasi yang dialami akan membawa pengaruh pada kehidupan jangka panjangnya.
Soal penurunan kemiskinan ekstrem, sambungnya, memerlukan serangkaian pendekatan termasuk inklusi keuangan dan aksesibilitas terhadap pelayanan dasar.
“Kebijakan ini tidak dapat berjalan sendiri melainkan multi satuan kerja, sebab perlindungan sosial saja belum cukup memberi respons cepat terhadap penurunan kemiskinan ekstrem,” tandasnya.
Baca juga : Sepanjang 2023, 17 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandarlampung





Lappung Media Network