Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Sepanjang 2023, 17 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandarlampung

    Sepanjang 2023, 17 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandarlampung

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    28/07/2023
    in Metropolitan
    Sepanjang 2023, 17 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandarlampung

    FGD bertemakan Optimalisasi Peran Lembaga Pemerintah, Masyarakat, dan Dunia Usaha dalam Memberikan Perlindungan yang Optimum Anak Indonesia. Foto : Arsip Komnas PA Bandarlampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Sepanjang tahun 2023, 17 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Kota Bandarlampung. 

    Komisi Nasional Perlindungan Anak atau Komnas PA Bandarlampung, mencatat adanya 17 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2023.

    Baca juga : ART di Lampung Tengah Alami Kekerasan Seksual, Dibanting Hingga Tercekik

    Laporan ini menjadi sorotan masyarakat karena angka tersebut menggambarkan tantangan serius dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan generasi muda.

    Hal itu diutarakan langsung oleh Ketua Komnas PA Bandarlampung Ahmad Apriliandi Passa, dalam FGD di Spark Lite Hotel Bandarlampung, Kamis, 27 Juli 2023. 

    Menurut data dari Komnas PA Bandarlampung, dari 17 kasus kekerasan anak yang terjadi, 6 di antaranya berupa kekerasan fisik. 

    Lalu, 3 kasus berupa kekerasan seksual, 4 kasus sengketa anak (hak asuh), 2 kasus penelantaran anak.

    Dan 2 kasus pendidikan dan pekerja anak sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di bawah umur.

    “Sebagian kasus selesai melalui proses hukum dan sebagian melalui mediasi,” ujar Ahmad. 

    Selainnya itu, untuk kasus sengketa anak sebagian diproses pengadilan dan sebagian mediasi. 

    “Untuk kasus PRT selesai dengan mediasi. Ada tahap kepolisian, ada yang sudah masuk ke pengadilan guna penuntutan,” ungkapnya. 

    Baca juga : Eva Dwiana Bakal Bentuk Satgas Penanganan Kekerasan Berbasis Gender

    Ahmad menjelaskan, terkait tahapan menangani perkara itu, pihaknya pertama melakukan penjangkauan korban.

    Kemudian melihat sejauh mana kejadian dari data dan fakta yang ada, setelah itu melakukan pendalaman kasus

    “Barulah dilakukan pendampingan hukum sampai pengadilan dan putusan di pengadilan. Itu telah kami lakukan,” kata dia. 

    Ahmad juga turut menyatakan keprihatinan mendalam atas peningkatan jumlah kasus kekerasan anak yang terjadi sepanjang tahun 2023. 

    Dia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam mengatasi masalah ini.

    “Ini adalah tantangan besar bagi kita semua. Perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar dia. 

    Beberapa faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab meningkatnya kekerasan anak termasuk kemiskinan dan kurangnya pendidikan.

    Hingga kesadaran tentang pentingnya perlindungan anak.

    Serta lemahnya penegakan hukum dalam kasus-kasus kekerasan anak. 

    Baca juga : Nanang Ermanto dan Istri Jadi Saksi Perkara Tipu Gelap, Wartawan Lampung TV Diintimidasi

    “Penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi akar permasalahan ini dengan serius,” jelas Ahmad. 

    17 kasus kekerasan anak terjadi di Bandarlampung

    Selain itu, sambungnya, peran teknologi dan media sosial juga perlu diperhatikan dalam upaya melindungi anak-anak dari potensi eksploitasi dan kekerasan. 

    Kehadiran dunia maya telah membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan untuk mencari korbannya.

    Sehingga kesadaran akan risiko ini perlu ditanamkan pada orang tua dan anak-anak sendiri.

    “Kasus kekerasan anak yang terjadi saat ini diibaratkan fenomena gunung es, hanya di puncak yang diselesaikan padahal yang di bawah lebih banyak,” sebutnya. 

    Fakta itu banyak yang belum diungkap, untuk itu ia mengajak semua pihak lebih banyak peduli.

    Baik lembaga pemerintah, pendidikan, legislatif maupun pihak swasta untuk bekerjasama.

    “Tahun 2023 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam melindungi anak-anak, sebagai aset berharga bagi masa depan bangsa,” kata dia. 

    Semua berharap agar perhatian dan langkah konkret dari pemerintah dan masyarakat dapat mengurangi angka kekerasan anak.

    “Seluruh pihak harus bersatu untuk memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak kita.

    “Sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan penuh potensi, tanpa rasa takut dan trauma akibat kekerasan,” tandasnya. 

    Baca juga : Ibu Dibunuh Ayah, Kakak Beradik di Lampung Tengah Tuntut Keadilan

    Tags: Kasus Kekerasan Anak di BandarlampungKekerasan Anak di BandarlampungKekerasan Seksual AnakKekerasan Terhadap AnakKomnas PAKomnas PA BandarlampungKomnas Perlindungan AnakKota Bandarlampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Polres Lampung Tengah Ungkap 8 Kasus Menonjol, Dalam Sebulan 32 Orang Diamankan 

    Next Post

    Polda Lampung Proses Dugaan Laporan Palsu

    Related Posts

    Maulid Arbain
    Metropolitan

    Maulid Arbain Malam ke-4 di Makam Keramat Kupang, Doa untuk Kemerdekaan RI ke-81

    16/08/2026
    Hari Lahir Pancasila 2026
    Metropolitan

    Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

    03/06/2026
    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Pengawasan Gabah di Bakauheni

      Pengawasan Gabah di Bakauheni: Strategi Jitu Gubernur Mirza Selamatkan Ekonomi dan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • BUMD Lampung dan Pertamina, Sinergi Strategis Mengerek PAD dan Kesejahteraan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menimbang Optimisme dan Kesiapan Desa Lampung Menuju Ekspor

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seporsi Makanan Seharga Rumah? Ini Daftarnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menyikapi Krakatau: Antara Mitigasi Bencana dan Kebanggaan Lokal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved