Lappung – DKL bedah buku Tradisi Musik Orang Lampung.
Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) menjadi saksi acara bedah buku yang meriah dan penuh semangat.
Baca juga : Bangga! 8 Budaya Lampung Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda
Kegiatan yang berlangsung kemarin, 25 September 2023 ini, menyoroti buku berjudul “Tradisi Musik Orang Lampung” yang ditulis Dr Riyan Hidayatullah.
Dan diterbitkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Bedah buku dihadiri berbagai kalangan, termasuk dosen, mahasiswa, praktisi musik tradisional Lampung, pemerhati budaya dan musik.
Lalu, Perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Lampung, perwakilan Dewan Kesenian Lampung Timur, serta perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.
Kegiatan ini dimoderatori dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Unila Dr I Wayan Ardi Sumarta.
Turut hadir dua pemantik diskusi berpengalaman, yaitu R Harry W Jayaningrat dan Syahril Yamin (Mamak Lil).
Baca juga : Sharing Season Muli Mekhanai Lampung, Ada Naomi Natalia dan Rio Motret
Kedua pemantik diskusi tersebut merupakan praktisi musik sekaligus pemerhati budaya Lampung selama lebih dari 30 tahun.
Selain itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung Prof Satria Bangsawan, Sekretaris Umum Bagus S Pribadi.
Serta Ketua Komite Musik Drs Agus Salim juga turut hadir pada acara bedah buku.
Pada kegiatan itu para hadirin mendiskusikan buku Tradisi Musik Orang Lampung yang membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat Lampung.
Aspek yang dibahas meliputi bidang musik seperti praktik sosial dalam bermusik, klasifikasi alat musik, konteks sejarah musik Lampung, serta peran musik dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Ardilla, perwakilan Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung mengatakan, penulis buku ini sangat menginspirasi banyak akademisi yang hadir, termasuk dirinya.
Baca juga : Ada yang Baru Tahu? 3 Nama Daerah di Lampung Ini Ternyata Singkatan
Sementara, Prof Satria Bangsawan mengungkapkan, bedah buku merupakan suatu kegiatan yang sangat baik.
“Karena buku adalah gerbang ilmu pengetahuan. Saya berharap, banyak generasi muda yang dapat meniru jejak penulis,” tandasnya.
Konteks Sejarah Musik Lampung
Sebagai informasi, sejarah musik Lampung menjadi fokus penting dalam buku ini.
DKL Bedah Buku Tradisi Musik Orang Lampung
DKL telah berkolaborasi dengan para sejarawan lokal untuk mengumpulkan data dan catatan tentang perkembangan musik Lampung sepanjang sejarah.
Hal ini mengungkapkan evolusi musik Lampung dari masa ke masa, serta bagaimana pengaruh luar telah membentuknya.
Buku ini menggarisbawahi peran penting musik dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Musik bukan hanya ekspresi seni, tetapi juga sarana untuk mengajarkan nilai-nilai budaya dan moral kepada generasi muda.
Selain itu, dalam upacara adat dan ritual keagamaan, musik menjadi pintu gerbang untuk menghubungkan manusia dengan dunia spiritual mereka.
Sekadar informasi, acara bedah buku ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Lampung yang berbondong-bondong hadir.
Para peneliti, seniman, dan pecinta budaya Lampung berkesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada penulis buku.
DKL berharap bahwa melalui pemahaman lebih dalam tentang musik Lampung, generasi muda akan semakin bangga dan berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya mereka.
Buku Tradisi Musik Orang Lampung menjadi bukti nyata bahwa musik bukan hanya bentuk seni yang indah, tetapi juga sebuah jendela ke dalam sejarah dan jiwa suatu masyarakat.
DKL terus berupaya untuk menjembatani kesenian dan budaya Lampung dengan generasi yang akan datang.
Sehingga warisan berharga ini tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Baca juga : Desa Kelawi Lampung Selatan Raih Penghargaan Kemenparekraf





Lappung Media Network