Lappung – Arinal Djunaidi resmikan Gedung Cassava Unila.
Pemerintah Provinsi Lampung terus mendukung usaha meningkatkan ketahanan pangan melalui berbagai cara.
Baca juga : Unila dan Kadin Lampung Jalin Kerjasama
Terutama ketahanan pangan melalui komoditas cassava/singkong, kelapa sawit, tebu, kopi, lada, dan kakao.
Demikian ditegaskan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meresmikan Gedung Pusat Kajian Cassava, Kelapa Sawit, Tebu, Kopi, Lada, dan Kakao, di Fakultas Pertanian Unila, Rabu, 8 November 2023.
Gedung ini merupakan sumbangan dari keluarga Winata (Sungai Budi Group) kepada Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan terima kasih atas kontribusi keluarga Winata dalam pembangunan gedung pusat kajian tersebut.
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Arinal mengapresiasi keluarga besar Winata, dan Widarto Sungai Budi Group yang telah bersedia menyumbangkan bangunan ini.
Baca juga : Dies Natalis ke-58, Arinal Terima Penghargaan Wira Utama Bakti Unila
“Ini gedung pusat kajian, oleh karena itu saya sangat berharap Universitas Lampung, khususnya Fakultas Pertanian untuk mendidik mahasiswanya.
“Tak lain agar mampu menjalankan ilmu pengetahuan yang diajarkan,” kata Arinal.
Arinal memaparkan, Provinsi Lampung merupakan produsen terbesar tapioka di Indonesia.
Dengan sekitar 74 pabrik tapioka dan kapasitas produksi lebih dari 2 juta ton.
Namun, kegiatan semua pabrik tersebut membutuhkan ubi kayu minimal 8 juta ton. Sementara pasokan yang tersedia hanya sekitar 6,5 juta ton per tahun.
Arinal Djunaidi Resmikan Gedung Cassava
Arinal melanjutkan, hal ini menyebabkan fluktuasi dalam industri tapioka dan mengganggu produksi yang konsisten dan berdampak pada pemasaran serta ketenagakerjaan.
Baca juga : Arinal Hibahkan 150 Hektar Lahan Kota Baru ke Unila
Menutup pidatonya, Arinal berharap gedung hibah ini menjadi inspirasi bagi pengusaha Lampung lainnya.
Tak lain untuk berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan di provinsi tersebut.
“Saya berharap langkah yang dilakukan keluarga Winata, Widarto, menjadi inspirasi lebih banyak pengusaha di Lampung.
“Sehingga banyak Widarto-widarto lainnya,” jelasnya.
Sementara, Presiden Direktur Sungai Budi Group, Widarto, berharap pusat kajian ini menjadi sarana untuk memajukan pembangunan daerah.
“Semoga pusat kajian ini merupakan bagian penting dapat digunakan untuk merespon permasalahan yang muncul di luar kampus,” kata Widarto.
“Dan berperan nyata dalam meningkatkan kemajuan daerah dan dapat segera dioperasikan,” tambahnya.
Dalam acara yang sama, Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, menyampaikan terima kasih atas hibah yang diberikan kepada Fakultas Pertanian.
“Kami dari Universitas Lampung mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Keluarga Besar Bapak Winata, yang dalam hal ini Bapak Widarto Sungai Budi Group, yang hadir.
“Insya Allah kita akan mempergunakan gedung ini dan menjadikannya pusat kajian kami di lingkungan fakultas pertanian,” ucap Lusmeilia.
Baca juga : Ivanna Zakiyah. Alumnus Unila Jadi Dosen Bahasa Indonesia di Harvard





Lappung Media Network