Lappung – Itera launching aplikasi Bang Salam hadapi permasalahan sampah.
Pengelolaan persampahan di Indonesia terus menjadi isu penting, khususnya dalam menghadapi permasalahan sampah anorganik.
Baca juga : Terapi Wicara Anak. Mahasiswa Itera Buat Boneka Bicara
Seperti plastik, kertas, dan kaleng yang resisten terhadap peluruhan alam.
Memahami urgensi pengelolaan ini, dosen Program Studi Teknik Lingkungan, Ahmad Daudsyah Imami, bersama tim dosen Prodi Teknik Informatika, menciptakan solusi inovatif melalui Aplikasi Bank Sampah untuk Alam (Bang Salam).
Aplikasi Bang Salam bukan hanya sekadar inisiatif, melainkan sebuah sistem informasi terintegrasi yang memberikan pelayanan bank sampah kepada masyarakat.
Menyadari kendala dalam pelayanan manual bank sampah saat ini, aplikasi ini menjadi langkah maju dengan menyajikan 3 bagian.
Ketiga pengembangan itu melibatkan website, back-end, dan front-end di aplikasi android.
Baca juga : Mahasiswa ITERA Gagas Ambulans Drone. Percepat Evakuasi Lakalantas di Jalan Tol
Proses pengembangan Aplikasi Bang Salam melibatkan kolaborasi antara dosen Prodi Teknik Lingkungan dan Teknik Informatika.
Menciptakan inovasi yang diharapkan dapat memperbaiki ketepatan pencatatan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis.
Menyikapi permasalahan lingkungan, terutama persampahan, Ahmad Daudsyah Imami menjelaskan bahwa Aplikasi Bang Salam menjadi langkah awal yang berpotensi untuk diperluas dalam skala yang lebih besar.
“Dengan melibatkan kampus teknik terbesar di Provinsi Lampung, Itera, proyek ini didukung oleh program Hibah Pengabdian Masyarakat Itera tahun 2022,” ungkapnya, Minggu, 3 Desember 2023.
Itera Launching Aplikasi Bang Salam
Proses pengembangan aplikasi dimulai dengan diskusi dan pengambilan data komposisi sampah di Desa Cintamulya oleh tim dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Itera.
Baca juga : Seminar Pelecehan Seksual. Kampus ITERA Dijamin Aman dan Nyaman
“Kolaborasi ini juga melibatkan tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dalam mengembangkan aplikasi yang kini dapat diakses melalui play store,” jelasnya.
Ahmad menegaskan bahwa permasalahan lingkungan membutuhkan perhatian bersama dari pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat.
Aplikasi Bang Salam bukan hanya sebagai solusi konkret untuk Desa Cintamulya.
Melainkan sebagai aplikasi pilot yang memiliki potensi untuk berkembang dan diadopsi pada skala yang lebih luas.
“Dengan demikian, Itera membuktikan peran serta kampus teknik dalam menyelesaikan tantangan lingkungan, bahkan dari tingkat desa sekalipun,” tandasnya.
Baca juga : Arinal Djunaidi Hadiri Dies Natalis IX Itera: Dorong Anak Muda Jadi Wirausahawan





Lappung Media Network