Lappung – Mahasiswa Itera buat boneka bicara, jadi terapi wicara anak.
Tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) membawa terobosan terbaru dalam bidang terapi wicara anak.
Baca juga : Mahasiswa ITERA Gagas Ambulans Drone. Percepat Evakuasi Lakalantas di Jalan Tol
Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi boneka pintar berbasis Internet of Things (IoT).
Tim mahasiswa sukses mengimplementasikan boneka yang diberi nama BYVO boneka pintar berbasis IoT pada Rumah terapi Al-Birru Rajabasa, Bandarlampung, beberapa waktu lalu.
Tim PKM KI ITERA yang melaksanakan kegiatan tersebut berasal dari Program Studi Teknik Biomedis.
Diketuai oleh Erdyvania Apritrycia dan beranggotakan Nur Aida Wasi’atu Sakdiah, Raditia Fath Karomatudzaky, Muhammad Thoriq.
Serta Dhiyaa Rabbani dengan pembimbing dosen Prodi Teknik Biomedis Itera, Rudi Setiawan.
Inovasi terapi wicara ini mencakup penggunaan boneka pintar yang telah dilengkapi dengan teknologi IoT untuk membantu anak-anak yang mengalami speech delay.
Baca juga : Seminar Pelecehan Seksual. Kampus ITERA Dijamin Aman dan Nyaman
Teknologi ini memungkinkan interaksi real-time dan memberikan umpan balik yang sesuai dengan perkembangan berbicara anak-anak.
Juga menciptakan pengalaman terapi yang lebih menarik dan efektif.
Tim PKM-KI bekerja sama dengan Rumah Terapi Al-Birru dalam terapi wicara anak menggunakan boneka pintar ini.
Boneka pintar tersebut dirancang khusus untuk menjadi teman berbicara anak, membantu memotivasi anak untuk berbicara.
Sampai dengan memberikan latihan-latihan wicara yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.
“Kami sangat bangga melihat dampak positif yang dihasilkan dari pengimplementasian boneka,” ujar Erdyvania Apritrycia, Minggu, 22 Oktober 2023.
Mahasiswa Itera Buat Boneka Bicara
Penggunaan Boneka BYVO ini, sambungnya, telah membuka peluang baru serta potensi besar dari penggunaan teknologi IoT.
Hal itu sebagai bentuk mendukung proses terapi dan perkembangan anak yang mengalami keterlambatan bicara.
Baca juga : Kabinet Mahasiswa Itera Dorong Pembangunan Kota Baru
Menurutnya, hasil implementasi terapi ini cukup memuaskan, dengan anak menunjukkan beberapa respon seperti tepuk tangan, menggerakan badan hingga tertawa.
Menunjukkan potensi besar dari penggunaan teknologi IoT dalam mendukung proses terapi dan perkembangan anak yang mengalami keterlambatan bicara.
Pihaknya pun mengaku bangga melihat dampak positif yang dihasilkan dari pengimplementasian boneka.
“Penggunaan Boneka BYVO juga telah membuka peluang baru serta potensi besar dari penggunaan teknologi IoT.
“Dalam mendukung proses terapi dan perkembangan anak yang mengalami keterlambatan bicara,” ungkapnya.
Melalui terobosan ini, Erdyvania Apritrycia menyatakan komitmennya untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Tak lain dalam mencapai potensi optimal mereka.
Diharapkan inovasi ini akan terus dikembangkan dan diimplementasikan lebih luas.
“Agar memberikan manfaat yang signifikan bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan dalam perkembangan komunikasi mereka,” tandasnya.
Baca juga : Itera dan Pertamina Foundation Kembangkan Spot Wisata Pagar Jaya





Lappung Media Network