Lappung – Bakauheni Harbour City jadi katalisator baru ekonomi Lampung.
Bakauheni Harbour City (BHC), sebuah proyek pengembangan kawasan yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), siap menjadi pendorong utama pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di Lampung.
Baca juga : Revolusi Siger Park BHC, Penataan Landscape Tahap Baru Dimulai!
Proyek ini diharapkan mampu mengubah wajah kawasan Pelabuhan Bakauheni menjadi destinasi wisata terintegrasi sekaligus pusat ekonomi baru di wilayah tersebut.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), BHC memiliki visi besar untuk memaksimalkan potensi strategis Pelabuhan Bakauheni sebagai gerbang utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Dengan pengembangan yang matang, BHC dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan, memperkuat konektivitas pariwisata domestik, dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“BHC dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan, memperkuat konektivitas pariwisata domestik.
“Dan meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, Kamis, 22 Agustus 2024.
Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya mengusung konsep pengembangan pariwisata semata.
Tetapi juga akan menjadi stimulus bagi tumbuhnya berbagai sektor pendukung lainnya.
Dengan integrasi sektor pariwisata, pelabuhan, dan hiburan yang matang, BHC diproyeksikan mampu memberikan multiplier effect yang kuat.
Baca juga : ASDP Bakal Bangun Museum Siger di BHC
Proyek ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong peningkatan investasi baik dari lokal maupun internasional.
Dalam jangka panjang, BHC diyakini mampu mengubah peta ekonomi Lampung, menjadikannya lebih dinamis dan kompetitif.
ASDP juga berkomitmen untuk memastikan manfaat ekonomi dari BHC dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Shelvy Arifin menjelaskan bahwa pihaknya akan melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta komunitas lokal dalam setiap fase pengembangan BHC.
“Kami berkomitmen untuk melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah serta masyarakat lokal dalam setiap fase pengembangan BHC.
“Ini adalah cara kami untuk memastikan proyek ini benar-benar memberikan dampak positif yang menyeluruh,” tambahnya.
Pengamat tata kota, Yayat Supriyatna, menilai BHC memiliki potensi besar sebagai magnet wisata yang akan menarik berbagai segmen wisatawan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh BHC.
“Promosi yang agresif dan paket wisata menarik akan menjadikan BHC destinasi utama bagi berbagai segmen wisatawan, mulai dari pelajar hingga pegawai negeri,” jelas Yayat.





Lappung Media Network