Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Menatap Masa Depan Lampung Barat: Menggali Potensi Geothermal dan Pariwisata Dunia.
Menatap Masa Depan Lampung Barat: Menggali Potensi Geothermal dan Pariwisata Dunia
Oleh: Mahendra Utama*
Selain sektor agraria, masa depan kemakmuran Lampung Barat berada di bawah tanah dan keindahan alamnya.
Dua sektor non-pertanian yang sangat potensial namun membutuhkan akselerasi investasi adalah energi terbarukan (panas bumi) dan pariwisata berbasis alam.
1. Potensi Tersembunyi (Belum Dilihat Berdampak Optimal): Panas Bumi (Geothermal)
Lampung Barat dianugerahi potensi panas bumi yang masif, terutama di kawasan Suoh dan sekitarnya yang masuk dalam jalur Ring of Fire.
Sektor ini sebenarnya sudah diidentifikasi, namun belum dilihat oleh publik secara luas sebagai motor hilirisasi industri.
Energi bersih dari geothermal ini bukan hanya untuk pasokan listrik nasional, melainkan bisa ditarik untuk mendukung industri pengolahan dingin (cold storage) pertanian atau pengeringan komoditas lokal jika infrastruktur interkoneksinya terbangun.
2. Berkembang dan Butuh Akselerasi Investasi: Pariwisata Danau dan Vulkanik
Kawasan Suoh dengan fenomena danau vulkanik, keramik alam, serta bentang alam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan magnet wisata yang terus berkembang.
Masalah utama yang membuatnya belum melesat secara eksponensial adalah infrastruktur aksesibilitas dan konektivitas.
Sektor ini belum digarap dalam ekosistem industri pariwisata terintegrasi yang mampu mendatangkan investasi skala besar.
Berdasarkan Theory of Economic Development dari Joseph Schumpeter, lompatan ekonomi terjadi karena adanya inovasi dan masuknya investasi baru (new combinations).
Mengubah potensi mentah panas bumi dan keindahan alam menjadi pertumbuhan ekonomi riil membutuhkan iklim investasi yang ramah dan kepastian hukum.
“Infrastruktur adalah kunci pembuka isolasi ekonomi. Tanpa konektivitas yang memadai, potensi pariwisata dunia dan energi hijau di Lampung Barat hanya akan menjadi catatan di atas kertas.” (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network