Lappung – Pemprov Lampung keruk sedimen Sungai Way Sukamaju guna tekan risiko banjir
Menjelang musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung gencar melakukan langkah antisipatif untuk mencegah banjir.
Baca juga : HIPMI: Banjir Bandarlampung Loss Rp197 Miliar
Salah satunya dengan melakukan normalisasi Sungai Way Sukamaju di Kecamatan Telukbetung Timur, Bandarlampung.
Kegiatan pengerukan sedimen sungai ini langsung ditinjau oleh Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin, Rabu, 23 Oktober 2024.
Pengerukan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung ini bertujuan untuk memperlancar aliran air sungai, yang sering meluap saat musim hujan tiba.
“Pengerukan akan dilakukan selama 15 hari oleh BBWS Mesuji Sekampung agar sedimen diangkat semuanya,” ujar Samsudin saat meninjau lokasi.
Menurutnya, banjir kerap terjadi di kawasan tersebut akibat sedimen yang menumpuk, sehingga mempersempit aliran sungai.
Untuk itu, pengerukan sedimen dan perbaikan tanggul yang rusak atau jebol menjadi prioritas dalam normalisasi kali ini.
“Perbaikan tanggul bronjong yang rusak dan jebol juga akan segera kita lakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir,” tegasnya.
Baca juga : 13 Desa di Mesuji Rawan Banjir
Tidak hanya fokus pada pengerukan, Pemprov Lampung juga merencanakan pembangunan jalan inspeksi di sepanjang tepi sungai.
Jalan selebar 3 meter ini akan memudahkan pemeliharaan sungai serta diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Tak lain untuk kegiatan sehari-hari, seperti bersepeda atau berjalan santai.
“Saya minta Pemkot Bandarlampung membangun jalan inspeksi ini agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.
“Dengan begitu, lingkungan sekitar sungai juga tidak tampak kumuh dan kotor,” jelas Samsudin.
Pemprov Lampung Keruk Sedimen Sungai Way Sukamaju Tekan Risiko Banjir
Selain itu, Gubernur Samsudin turut mendorong pembuatan lubang resapan biopori di sekitar pemukiman warga sebagai langkah tambahan dalam meningkatkan daya serap air, guna mengurangi risiko banjir.
Samsudin juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam mencegah bencana alam.
Untuk itu, ia secara simbolis melakukan penanaman bibit pohon alpukat di sekitar sungai.
Baca juga : Sejumlah Desa di Pesawaran Terendam Banjir
Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat daya dukung tanah di sepanjang aliran sungai.
Dalam kunjungannya, Samsudin menyempatkan berdialog dengan warga setempat untuk mendengar langsung aspirasi serta keluhan mereka terkait penanganan banjir dan kondisi sungai.
Warga menyambut baik upaya normalisasi yang dilakukan pemerintah dan berharap langkah ini dapat mengurangi risiko banjir yang telah menjadi masalah tahunan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Samsudin berharap normalisasi Sungai Way Sukamaju dapat mengatasi masalah banjir yang selama ini sering melanda wilayah tersebut.
“Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan upaya ini berjalan lancar, dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkasnya.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan Penting PLN untuk Warga Lampung





Lappung Media Network