Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung.
Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Nama jalan bukan sekadar petunjuk navigasi visual dalam aplikasi peta digital. Lebih jauh, ruang publik ini adalah kanvas ingatan kolektif masyarakat.
Sosiolog Prancis, Maurice Halbwachs, dalam teorinya tentang Collective Memory, menegaskan bahwa ingatan kelompok sosial dipelihara melalui ruang fisik yang mereka huni.
Ketika warga melintasi jalan saban hari, nama yang terpampang mengintervensi ruang kesadaran mereka tentang sejarah dan identitas.
Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi menghadapi tantangan penyelarasan narasi sejarah di ruang kota. Saat ini, ada ketidaksinkronan visual dan historis yang kentara.
Kawasan Pahoman, misalnya, menampung Patung Ir. Soekarno setinggi 7 meter sejak 2021, namun berdiri di atas Jalan Gatot Soebroto. Geografer David Harvey menyatakan, “Space is socially produced.”
Ruang publik idealnya memiliki korelasi spasial yang utuh antara simbol visual dan identitas penamaannya.
Guna mengatasi ini, pembagian ruas Jalan Gatot Soebroto menjadi Jalan Bung Karno pada titik patung berada akan menghadirkan narasi kota yang koheren.
Langkah ini tak melenyapkan penghormatan pada Gatot Soebroto, melainkan melengkapi tekstur memori publik.
Aspek lain yang mendesak adalah rekonsiliasi simbolik. KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari adalah dua pilar sejarah bangsa yang berguru di tempat yang sama.
Mengutip cendekiawan Nurcholish Madjid, “Muhammadiyah dan NU adalah dua sayap yang menjaga Indonesia tetap terbang.”
Menghadirkan Jalan KH Hasyim Asy’ari bersanding atau melanjutkan ruas Jalan KH Ahmad Dahlan bukan sekadar soal keadilan nama, melainkan pesan harmoni sosial jangka panjang bagi 1,2 juta jiwa warga kota.
Penataan nama jalan di Bandar Lampung adalah investasi kultural untuk menghidupkan sejarah tanpa teks di ruang publik kita. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network