Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung

    Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung

    Editor354 by Editor354
    29/07/2026
    in Saburai
    Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta

    Ilustrasi: OpiniMahe: Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung.

     

    Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Penataan nama jalan tidak boleh berhenti pada aspek estetika semata. Ia melingkupi regenerasi simbolik kepemimpinan nasional sekaligus penguatan ikatan daerah.

    Dalam teori Place Attachment dari Setha Low dan Irwin Altman, ikatan emosional manusia dengan suatu tempat dibentuk oleh simbol sosial dan memori budaya yang melingkupinya.

    Peta Bandar Lampung saat ini didominasi pahlawan asal Aceh seperti Cut Nyak Dien, Cut Mutia, dan Teuku Umar. Meski mereka adalah pahlawan nasional yang mulia, keterwakilan spektrum kepemimpinan nasional perlu diperluas.

    Sosok penting seperti Bung Hatta, BJ Habibie, Gus Dur, Adam Malik, Wahid Hasyim, hingga HM Soeharto relevan diabadikan untuk memperkaya wawasan sejarah generasi muda.

    Di sisi lain, penguatan identitas lokal kerap terabaikan. Di kawasan Teuku Umar, kita masih menemukan penamaan jalan bertema binatang seperti Jalan Landak atau Kijang. Padahal, Bandar Lampung adalah rumah bersama bagi warga dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

    Mengganti nama jalan binatang tersebut dengan nama ibu kota kabupaten seperti Kalianda, Kota Agung, Liwa, atau Menggala akan menciptakan Sense of Belonging yang kuat.

    Sebagaimana ditegaskan pakar tata kota Jane Jacobs, “Cities have the capability of providing something for everybody, only because, and only when, they are created by everybody.”

    Ketika warga daerah melintasi jalan bertajuk ibu kota asalnya di ibu kota provinsi, terbangun rasa kepemilikan dan inklusivitas sosial.

    Penataan ini bukan sekadar mengganti plang nama, melainkan strategi kebudayaan untuk merajut integrasi nasional dan lokal dalam ruang keseharian warga Lampung. (*)
    —————————————————————-
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PemerhatiPembangunanIdentitasDaerahLampungOpiniMaheRuangPublikBandarLampungSejarahNasionalTataRuangKota
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung

    Next Post

    Potensi Rute Penerbangan Langsung Radin Inten II Menuju Konektivitas Global

    Related Posts

    Way Kanan 2026 PDRB Melaju
    Saburai

    Way Kanan 2026: PDRB Melaju, Mampukah Kepemimpinan Ayu Menyejahterakan?

    01/11/2026
    Hilirisasi Produk Agro Pesawaran
    Saburai

    Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

    31/10/2026
    Coklat Pesawaran
    Saburai

    Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

    31/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Karhutla, Gas, dan Kabel: Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved