Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Lampung Mendunia, Dua Rute Baru TransNusa dan Harapan Baru Warga.
Lampung Mendunia, Dua Rute Baru TransNusa dan Harapan Baru Warga
Oleh: Mahendra Utama*
Mulai 24 Agustus 2026, langit Lampung akan lebih sibuk. TransNusa resmi membuka dua rute sekaligus: Lampung–Jakarta tiga kali sehari dan Lampung–Kuala Lumpur setiap hari.
Ini bukan sekadar tambahan jadwal, ini adalah perubahan fundamental dalam cara masyarakat Lampung terhubung dengan dunia.
Konektivitas yang Selama Ini Dinanti
Selama bertahun-tahun, masyarakat Lampung harus bergantung pada akses dari kota lain untuk penerbangan internasional.
Kini, dengan rute langsung ke Kuala Lumpur, warga dapat menikmati penerbangan tanpa transit di Jakarta atau kota lainnya.
TransNusa bahkan menjadi satu-satunya maskapai yang menyediakan penerbangan langsung pada jalur tersebut. Waktu tempuh hanya sekitar 1 jam 45 menit. Sementara itu, rute Jakarta–Lampung hadir tiga kali sehari dengan jadwal pagi, siang, dan sore.
Keuntungan Konkret bagi Masyarakat Lampung
Pertama, penghematan biaya dan waktu. Sekitar 8.000 pekerja migran asal Lampung di Malaysia selama ini harus menempuh perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta atau Palembang saat pulang.
Rute langsung memangkas biaya dan waktu tempuh secara signifikan. Tiket Lampung–Kuala Lumpur dibanderol mulai Rp1.599.000.
Kedua, kemudahan perjalanan ibadah. Lampung memiliki kuota haji 5.827 orang dan rata-rata 24 ribu jamaah umrah per tahun. Rute langsung ke Kuala Lumpur membuka akses lebih mudah menuju Tanah Suci.
Ketiga, akses ke jaringan internasional yang lebih luas. Jakarta sebagai hub utama TransNusa memungkinkan penumpang dari Lampung melanjutkan perjalanan ke Bali, Lombok, Yogyakarta, Singkawang, Singapura, Guangzhou, hingga Bangkok tanpa berganti maskapai.
Sikap yang Seharusnya: Angkasa Pura dan Pemprov
Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) harus bergerak cepat mempromosikan Bandara Radin Inten II ke maskapai lain.
Terminal bandara saat ini mampu menampung 735 penumpang per jam. Status internasional bandara yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan harus dipertahankan.
Pemprov Lampung, di sisi lain, sudah menunjukkan langkah tepat. Seperti disampaikan Juru Bicara Pemprov, penerbangan perdana tidak menggunakan APBD, melainkan hasil kolaborasi dengan swasta. Ketua APINDO Lampung, Ary Meizary Alfian, menilai ini sebagai “siasat akselerasi pertumbuhan ekonomi yang cerdas”.
Seperti dikatakan CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, strategi perusahaan bukan sekadar bersaing di rute yang sudah padat, tetapi menciptakan rute baru yang memiliki potensi komersial.
Jika masyarakat memanfaatkan, dan pemerintah menyiapkan ekosistem pendukung, maka langkah ini bukan sekadar penerbangan, ia adalah gerbang kebangkitan konektivitas Lampung. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network