Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Surplus Unggas Lampung Tembus Pasar Global, Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun.
Surplus Unggas Lampung Tembus Pasar Global, Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun
Oleh: Mahendra Utama*
Dari Pasok MBG hingga Ekspor Singapura, Lampung Belajar dari Raksasa Thailand
Surplus produksi unggas Lampung membuka peluang emas ekspor dan mendukung program strategis nasional.
Mendukung Program Makan Bergizi Gratis
Lampung berada pada posisi strategis mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gubernur melaporkan program ini menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja lokal.
Peningkatan konsumsi ayam, telur, dan sayuran tercatat nyata. Satu dapur MBG membutuhkan sekitar 300 ekor ayam per minggu.
Ketersediaan RPHU bersertifikat menjadi kunci, dan dinas mendorong pembangunan RPHU skala kecil bersertifikat NKV dan Halal.
Investasi dan Ekspor
BPI Danantara menggelontorkan Rp20 triliun untuk pengembangan komoditas unggas, mencakup bibit DOC layer, pabrik pakan, RPHU, dan pabrik tepung telur.
Di sisi ekspor, Lampung memperkuat kolaborasi dengan Kepri sebagai pintu ekspor menuju Singapura.
Belajar dari Nakhon Ratchasima
Untuk masuk peta global, Lampung layak belajar dari Nakhon Ratchasima di Thailand provinsi penghasil unggas terbesar yang menjadi basis ekspor dunia.
Thailand mengandalkan model bisnis vertikal dengan perusahaan raksasa seperti CP Group.
Lampung memiliki keunggulan unik: kolaborasi korporasi dengan peternak rakyat yang menciptakan ketahanan lebih tangguh.
Dengan tiga pilar integrasi hulu-hilir, sertifikasi internasional, dan keberlanjutan Lampung siap mengukuhkan posisi di pasar global. (*)
—————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network