Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Proyek PSEL Lampung: Mengubah Beban Sampah Menjadi Peluang Ekonomi Daerah.
Proyek PSEL Lampung: Mengubah Beban Sampah Menjadi Peluang Ekonomi Daerah
Oleh: Mahendra Utama*
Kehadiran proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Lampung menjadi angin segar bagi pembangunan daerah.
Dengan kapasitas pengolahan hingga ribuan ton sampah per hari, PSEL tidak lagi memandang limbah sebagai beban lingkungan, melainkan aset ekonomi bernilai tinggi.
Dari kacamata ilmu ekonomi, proyek ini mengaplikasikan Teori Ekonomi Sirkular (Circular Economy Theory). Teori yang dikembangkan oleh David Pearce dan R. Kerry Turner ini menekankan pentingnya mempertahankan nilai produk dan bahan selamanya guna meminimalkan limbah dan menciptakan nilai tambah baru.
“Pembangunan berkelanjutan bukan sekadar mengurangi dampak negatif, melainkan menciptakan siklus baru di mana limbah bertransformasi menjadi modal produksi yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.
Dampak Ekonomi Langsung dari PSEL Lampung:
● Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja: Konsorsium global membawa investasi infrastruktur besar dan membuka lapangan kerja baru, baik pada tahap konstruksi maupun operasional harian.
● Diversifikasi Energi Daerah: Listrik berbasis biomassa sampah mendukung ketahanan energi lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
● Penghematan Anggaran Daerah (APBD): Efisiensi pengelolaan TPA menghemat biaya retribusi jangka panjang yang dapat dialokasikan untuk sektor publik lainnya.
Pengolahan sampah berbasis industri modern ini membuktikan bahwa Lampung siap melangkah menuju ekonomi hijau yang kompetitif dan berdaya saing. (*)
——————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network