Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Hari Guru Nasional: Kenapa Penghargaan untuk Guru Masih Terabaikan?

    Hari Guru Nasional: Kenapa Penghargaan untuk Guru Masih Terabaikan?

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    25/11/2024
    in Gaya Hidup
    Hari Guru Nasional: Kenapa Penghargaan untuk Guru Masih Terabaikan?

    Ilustrasi guru. Foto: Dokumentasi Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Hari Guru Nasional kenapa penghargaan untuk guru masih terabaikan?

    Setiap 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai penghormatan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa.

    Baca juga : Guru di Lampung Dipecat Usai Sembuh dari Penyakit, Klaim Tak Pernah Terima Teguran

    Namun, ironisnya, penghargaan terhadap profesi guru di negeri ini masih jauh dari harapan.

    Masalah kesejahteraan, keamanan, dan fasilitas pendukung menjadi isu utama yang terus membayangi tenaga pendidik, baik mereka yang berstatus PNS, PPPK, maupun honorer.

    Rendahnya Gaji Guru: Miris di Tengah Tuntutan yang Tinggi

    Dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara dengan gaji guru terendah.

    Data menunjukkan bahwa guru di Singapura menerima upah hingga Rp1,1 miliar per tahun, sementara di Indonesia, rata-rata gaji guru PNS hanya mencapai Rp28 juta per tahun di luar tunjangan.

    Kondisi lebih menyedihkan dialami guru honorer yang upahnya bahkan sering kali di bawah upah minimum regional (UMR).

    Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa ada guru honorer yang hanya menerima Rp10.000 per jam.

    Dengan asumsi kerja selama 192 jam dalam sebulan, pendapatan mereka hanya sekitar Rp1.920.000, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

    Tuntutan Pekerjaan Berat, Kompensasi Minim

    Baca juga : Rp100 Miliar Raib! 272 Guru Pensiun di Bandarlampung Demo: Kami Ditipu!

    Menjadi guru bukan sekadar mengajar di kelas.

    Pekerjaan di luar jam pelajaran, seperti mengelola kegiatan ekstrakurikuler, membuat laporan administrasi, hingga memberikan bimbingan kepada siswa, menambah beban kerja mereka.

    Namun, kompensasi yang diberikan kerap tidak sebanding.

    Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa 43% korban pinjaman online ilegal di Indonesia adalah guru.

    Hal ini menunjukkan bahwa tekanan finansial memaksa banyak guru mencari cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun dengan risiko besar.

    Guru honorer menghadapi tantangan lebih berat. Banyak dari mereka harus merangkap pekerjaan lain untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

    Kondisi ini menciptakan tekanan psikologis yang berpotensi memengaruhi kualitas pengajaran mereka.

    Kekerasan di Lingkungan Pendidikan: Ancaman bagi Guru

    Selain masalah ekonomi, kekerasan di lingkungan pendidikan semakin menjadi perhatian.

    Kasus kekerasan terhadap guru meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

    Salah satu yang menggemparkan adalah peristiwa di Lamongan, di mana seorang guru menjadi korban kekerasan senjata tajam oleh muridnya sendiri.

    Sayangnya, hingga kini belum ada kebijakan konkret yang memastikan keamanan guru, terutama bagi guru honorer yang tidak memiliki payung hukum yang jelas.

    Baca juga : 2 Pasang Suami Istri Jadi Guru Besar Unila

    Guru honorer di sekolah negeri, misalnya, kerap menghadapi ketidakjelasan status yang menghambat mereka mendapatkan jaminan keselamatan kerja.

    Harapan Baru di Tahun 2025

    Pemerintah berjanji akan meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, termasuk pengangkatan guru honorer menjadi ASN PPPK.

    Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sebelumnya menyebutkan bahwa peningkatan anggaran untuk tenaga pendidik akan menjadi salah satu prioritas.

    Namun, janji tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan, termasuk berapa nominal kenaikan gaji yang akan diberikan.

    Guru di seluruh Indonesia berharap langkah ini dapat segera direalisasikan untuk memberikan keadilan bagi mereka yang menjadi ujung tombak pendidikan.

    Hari Guru Nasional: Kenapa Penghargaan untuk Guru Masih Terabaikan?

    Hari Guru Nasional seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pihak, terutama pemerintah, untuk memberikan perhatian lebih kepada guru.

    Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk masa depan bangsa.

    Mengabaikan kesejahteraan guru sama saja dengan mengorbankan generasi mendatang.

    Kini, publik menanti realisasi kebijakan yang berpihak kepada guru.

    Sebab, menghormati pahlawan tanpa tanda jasa tidak cukup hanya dengan ucapan terima kasih, melainkan dengan tindakan nyata untuk memperbaiki kesejahteraan mereka.

    Baca juga : PUI Lampung Sambut Pengurus Baru, Fokus pada Kemajuan Daerah

    Tags: GuruHari GuruHari Guru NasionalKesejahteraan GuruLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    PLN Lampung Buktikan Mobil Listrik Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

    Next Post

    Logistik Pilkada 2024 Tiba Aman di Wilayah 3T Pesisir Barat: Perjuangan Melalui Rakit dan Ojek

    Related Posts

    6 Tips Mindfulness untuk Pemula
    Gaya Hidup

    7 Tips Mindfulness untuk Pemula: Panduan Lengkap Menenangkan Pikiran

    26/06/2026
    Inilah 8 Fakta Menarik tentang Keris
    Gaya Hidup

    Inilah 8 Fakta Menarik tentang Keris: Warisan Budaya dan Pusaka Nusantara yang Mendunia

    25/06/2026
    8 Cara Hidup Sehat Tanpa Diet Ketat
    Gaya Hidup

    8 Cara Hidup Sehat Tanpa Diet Ketat: Tips Menjaga Berat Badan Secara Alami

    24/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Ary Meizary Alfian Terpilih Aklamasi Pimpin Apindo Lampung

      Ary Meizary Alfian Terpilih Aklamasi Pimpin Apindo Lampung 2026-2031

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gerakan Penetrasi Pasar ke-9 Lampung Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Cara Alami Menurunkan Asam Lambung: Panduan Lengkap Meredakan Gejala dan Menjaga Kesehatan Lambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Sih Perbedaan Maag dan Asam Lambung? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 4 Calon Ketua Apindo Lampung Bersaing, Incumbent Ikut

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 8 Cara Hidup Sehat Tanpa Diet Ketat: Tips Menjaga Berat Badan Secara Alami

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved