Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu, Bangun Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir.
PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu, Bangun Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir
Oleh: Mahendra Utama*
PTPN Group Resmikan Langkah Strategis di Lampung
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group resmi mengembangkan komoditas ubi kayu di Lampung dengan target lahan mencapai 10.000 hektare.
Langkah ini bukan sekadar perluasan budidaya, melainkan pembangunan ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pada tahap awal, PTPN III melalui anak usahanya PTPN I telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama 11 mitra strategis yang terdiri dari perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan, dengan rencana penanaman di lahan seluas 7.313 hektare.
Membangun Rantai Nilai dari Lahan hingga Bioetanol
Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna menegaskan bahwa pengembangan ubi kayu dilakukan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.
“Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Denaldy.
Di sisi hulu (on farm), PTPN fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, serta pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi.
Di sisi hilir (off farm), perusahaan mengarahkan penguatan pada industri pengolahan bioetanol melalui kolaborasi operasional dengan mitra di pabrik bioetanol Lampung.
Pendekatan ini sejalan dengan teori agroindustri terpadu, di mana output dari subsistem usahatani menjadi input bagi subsistem agroindustri dalam satu rantai nilai yang saling berhubungan.
Sinergi Multipihak dan Dukungan Pemerintah Daerah
Komitmen ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
PTPN III telah melakukan rangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Lampung, termasuk Gubernur Lampung, masyarakat petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI), mitra operasional PT Medco Ethanol Lampung, hingga kalangan akademisi di Universitas Lampung.
“Kami melihat ubi kayu sebagai komoditas strategis dengan potensi besar untuk pendukung ketahanan energi dan pangan nasional. Pengembangannya tidak cukup hanya berhenti pada budidaya, tetapi harus dibangun secara menyeluruh dari hulu sampai hilir,” tegas Denaldy. (*)
———————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.




Lappung Media Network