Lappung – Tanah hingga kendaraan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana koleksi kekayaan Rp14 miliar.
Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, kembali menjadi sorotan.
Baca juga : Normalisasi Sungai di Bandarlampung, Bangunan Penghambat Air Akan Dibongkar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses melalui laman resmi KPK, total kekayaannya mencapai Rp14,3 miliar.
Jumlah ini menjadikannya sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Lampung usai Pilkada 2024.
Kekayaan Eva Dwiana didominasi oleh aset tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk Bandarlampung, Tulang Bawang, Lampung Selatan, dan Jakarta Pusat.
Total nilai tanah dan bangunannya mencapai Rp11,7 miliar.
Salah satu aset terbesar adalah tanah seluas 35.000 meter persegi di Tulang Bawang yang bernilai Rp3,5 miliar.
Selain itu, Eva juga memiliki belasan kendaraan bermotor dengan nilai total Rp1,8 miliar.
Baca juga : WALHI: Wali Kota Bandarlampung Harus Malu Jika Tak Serius Tangani Banjir
Di antaranya adalah mobil Toyota Alphard, Toyota Camry, hingga Hyundai H-1 yang menambah daftar panjang koleksi kendaraannya.
Tidak hanya itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp105 juta dan kas sebesar Rp658 juta.
Pelaporan LHKPN
Sekadar informasi, pelaporan kekayaan ke KPK melalui LHKPN menjadi langkah penting dalam menjaga transparansi dan mencegah tindak korupsi.
Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.
Laporan ini juga membuka mata publik mengenai gaya hidup para pemimpin daerah.
Tanah hingga Kendaraan Wali Kota Bandarlampung Koleksi Kekayaan Rp14 Miliar
Baca juga : Banjir di Bandarlampung: Rumah, Jalan, dan Jembatan Terkepung Air
Dengan harta yang besar, Eva Dwiana tidak hanya memiliki kekayaan materi.
Tetapi juga tanggung jawab moral untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bandarlampung.
Transparansi seperti ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Kekayaan Eva Dwiana yang melampaui Rp14 miliar juga bukan hanya angka di atas kertas.
Ini menjadi refleksi gaya hidup dan kapasitas kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa Bandarlampung ke arah lebih baik.
Baca juga : Pemkot Bandarlampung Janjikan Jalan Rusak Berubah Mulus Tahun Ini




Lappung Media Network