Lappung – Duet Prabowo-Erick jadi resep emas kebangkitan sepak bola Indonesia.
Kemenangan bersejarah Timnas Indonesia atas China dengan skor 1-0 pada Kamis, 5 Juni 2025 malam bukan sekadar 3 poin.
Baca juga : 100 Hari Mirza-Jihan, Lampung Genjot Hilirisasi Pertanian
Hasil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) tersebut menjadi puncak dari sinergi kuat antara kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang berhasil mengantar Garuda terbang ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah prestasi yang terakhir kali diraih 59 tahun lalu.
Gol tunggal kemenangan Indonesia dicetak melalui eksekusi penalti tenang oleh Ole Romeny pada menit ke-45.
Kemenangan itu memastikan posisi Indonesia sebagai peringkat ketiga Grup C dengan 12 poin, unggul atas raksasa Asia seperti Arab Saudi dan China.
Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari kolaborasi apik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Presiden Prabowo tidak hanya hadir langsung di GBK untuk memberikan dukungan moral, tetapi juga telah menunjukkan komitmen nyata yang menjadi fondasi kebangkitan sepak bola nasional.
“Ketika pemerintah dan PSSI jalan seiring, apalagi dipimpin langsung Presiden, isu intervensi bisa diminimalkan.
“Membangun sepak bola tidak mungkin dilakukan PSSI sendiri,” ujar Mahendra Utama, Aktivis Mahasiswa 98 yang mengamati fenomena ini,
Baca juga : Sarasehan Aktivis 98: Prof Dasco hingga Puan Maharani Siap Urun Pendapat
Mahendra juga menyebut bahwa, komitmen Presiden Prabowo diterjemahkan dalam beberapa langkah strategis.
Pemerintah mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp200 miliar per tahun untuk PSSI, yang tercatat sebagai dukungan finansial terbesar dalam sejarah bagi pengembangan sepak bola.
Selain itu, dalam Kongres Biasa PSSI pada 4 Juni 2025, Prabowo secara resmi ditunjuk sebagai Dewan Kehormatan PSSI.
Langkah ini, kata Mahendra, dipandang sebagai cara efektif untuk memperkuat kolaborasi dan meminimalkan ego sektoral yang kerap menghambat kemajuan.
“Visi jangka panjang Prabowo juga terlihat dari pembangunan Akademi Garudayaksa di Bogor, sebuah fasilitas pembinaan usia muda yang menjadi bukti dedikasinya meski ia lebih dulu dikenal sebagai Ketua Umum PB IPSI,” jelas dia.
Tidak berhenti di tribun, apresiasi Presiden berlanjut hingga ke luar lapangan.
Usai pertandingan, Prabowo mengundang seluruh skuad Timnas ke kediamannya dan memberikan hadiah jam tangan merek Rolex sebagai bentuk penghargaan dan motivasi atas kerja keras mereka.
PSSI di Tangan Erick Thohir
Di sisi federasi, Erick Thohir melakukan gebrakan signifikan sejak memimpin PSSI. Salah satu yang paling menonjol adalah program naturalisasi berbasis kualitas.
Dalam setahun terakhir, 8 pemain berkelas Eropa seperti Jay Idzes, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan kiper debutan Emil Audero berhasil direkrut.
“Kontribusi mereka terbukti instan. Trio pertahanan yang diisi Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner tampil solid membendung serangan China,” kata Mahendra.
Sementara itu, debut gemilang Emil Audero di bawah mistar gawang dengan penyelamatan krusialnya berhasil menjaga keunggulan Indonesia.
Jaringan internasional Erick juga mempermudah PSSI dalam menjalin komunikasi dengan FIFA dan AFC, serta mempercepat proses administrasi pemain keturunan.
Baca juga : Mahendra Utama: Kolaborasi Prabowo-Gibran Bawa Harapan Baru untuk Indonesia
Di level domestik, reformasi struktural dalam Kongres PSSI 2025 menetapkan peran strategis bagi asosiasi provinsi (Asprov) sebagai ujung tombak pembinaan di daerah.
Kombinasi antara dukungan finansial dan politik dari pemerintah dengan reformasi manajerial dan strategi jitu dari PSSI inilah yang kini melahirkan optimisme baru.
Duet Prabowo-Erick: Resep Emas Kebangkitan Sepak Bola Indonesia
Kemenangan atas China bukan lagi dianggap kejutan, melainkan hasil dari sebuah cetak biru yang dieksekusi dengan sempurna.
Kini, Timnas Indonesia bersiap menatap tantangan yang lebih besar di putaran keempat, dengan Erick Thohir telah menyiapkan serangkaian agenda uji coba internasional untuk mematangkan tim.
“Duet kepemimpinan Prabowo-Erick telah berhasil menyatukan bangsa melalui sepak bola, membuktikan bahwa dengan sinergi dan kerja keras, Garuda benar-benar bisa terbang lebih tinggi,” pungkas Mahendra Utama.
Baca juga : Aktivis 98 Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Mahendra Utama Beri Dukungan





Lappung Media Network