Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » 100 Hari Mirza-Jihan, Lampung Genjot Hilirisasi Pertanian

    100 Hari Mirza-Jihan, Lampung Genjot Hilirisasi Pertanian

    Irjen by Irjen
    26/05/2025
    in Pemerintahan
    100 Hari Mirza–Jihan: Lampung Genjot Hilirisasi Pertanian

    Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela. Foto: Dokumentasi WAG

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – 100 hari Mirza-Jihan Lampung genjot hilirisasi pertanian.

    Genap 100 hari menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela langsung tancap gas mendorong hilirisasi sektor pertanian sebagai program prioritas.

    Baca juga : Sang Pelita Lampung: Untuk Iyai Mirza, Karya Mahendra Utama

    Langkah awal pemerintahan Mirza–Jihan ini ditandai dengan penyaluran 24 unit mesin pengering gabah (dryer).

    Juga 4 unit mesin penepung mocaf (modified cassava flour) kepada kelompok tani dan BUMDes di 10 kabupaten/kota.

    Program ini bukan sekadar distribusi alat pascapanen, tapi menjadi bagian dari strategi besar Lampung menuju industrialisasi pertanian berbasis desa.

    “Petani kita harus naik kelas, bukan lagi sekadar produsen bahan mentah.

    “Dengan alat ini, mereka bisa mengolah, menyimpan.

    “Bahkan menjual hasil panennya dengan nilai tambah lebih tinggi,” kata Gubernur Mirza, dikutip pada Senin, 26 Mei 2025.

    Mesin dryer yang disalurkan memiliki kapasitas hingga 20 ton.

    Alat ini mampu mempercepat proses pengeringan gabah dari 36 jam menjadi hanya 12 jam.

    Baca juga : Mirza Bawa JAKI ke Lampung, Kerja Sama dengan Pramono Anung Diresmikan

    Dengan total 24 unit yang tersebar, kapasitas pengolahan gabah bisa mencapai 480 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hari.

    Tak hanya itu, dengan menjual gabah dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), petani bisa memperoleh tambahan penghasilan hingga Rp550 per kilogram.

    Inisiatif ini juga membuka peluang usaha baru bagi BUMDes dan koperasi tani.

    Tak hanya dipakai sendiri, mesin dryer bisa menjadi layanan komersial pengeringan gabah bagi petani lain.

    Koperasi Pertanian Serbajadi di Kecamatan Natar sudah membuktikan efisiensi alat ini.

    Hasil gabah yang dikeringkan lebih stabil, dan kualitasnya lebih baik untuk diserap industri penggilingan beras.

    Sementara itu, untuk komoditas singkong, Pemprov Lampung menyalurkan empat unit mesin penepung mocaf ke Lampung Tengah, Lampung Timur, Way Kanan, dan Lampung Utara.

    Mocaf merupakan produk fermentasi dari singkong yang bernilai ekonomi lebih tinggi dibanding singkong segar.

    Dengan alat ini, petani bisa meraih margin keuntungan hingga 67,2 persen atau setara Rp6.394 per kilogram.

    “Tepung mocaf ini bisa jadi alternatif pangan sehat, bahkan bisa menggantikan tepung terigu. Nilainya lebih tinggi dan pasarnya terbuka,” ujar Mirza, yang pernah menjabat Ketua HKTI Lampung selama 10 tahun.

    Potensi Besar

    Sebagai lumbung singkong nasional, Lampung mencatat produksi mencapai 7 juta ton pada 2025.

    Sementara untuk komoditas padi, target produksi tahun ini ditetapkan 3,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan luas tanam mencapai 1 juta hektare lebih.

    Kabupaten Lampung Tengah menjadi sentra produksi padi tertinggi, disusul Lampung Timur dan Tulang Bawang.

    Baca juga : 2 Tahun Lagi, Gubernur Mirza Janji Jalan Mulus di Seluruh Lampung

    “Dengan potensi sebesar ini, kita tidak bisa terus bergantung pada cara lama. Hilirisasi adalah jalan agar petani untung dan desa tumbuh,” timpal Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung, Evie Fatmawaty.

    Evie menambahkan, Pemprov Lampung akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pertanian modern seperti silo penyimpanan, pabrik tepung jagung, konsentrat ternak, hingga pengolahan ikan di tingkat kecamatan.

    “Kalau petani bisa mengolah sendiri hasil panennya, mereka tidak lagi tergantung tengkulak. Ini bukan soal alat saja, tapi soal kedaulatan ekonomi petani,” kata Evie.

    100 Hari Mirza-Jihan Lampung Genjot Hilirisasi Pertanian

    Langkah 100 hari ini dinilai sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Terutama dalam hal penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui hilirisasi produk lokal.

    Ke depan, Pemprov Lampung menargetkan desa-desa pertanian menjadi pusat kegiatan ekonomi berbasis komoditas.

    Petani bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga bagian dari rantai industri pangan.

    “Visi kami jelas, pertanian maju, petani untung, dan ekonomi desa bergerak. Ini baru permulaan,” tutup Gubernur Mirza.

    Baca juga : Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela Resmi Pimpin Lampung Periode 2025-2030

    Tags: 100 Hari KerjaGuber MirzaHilirisasi PertanianLampungMirza JihanPertanian Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tergiur Uang ShopeePay, Mahasiswa Bandarlampung Jadi Joki Curanmor Kos-kosan

    Next Post

    RSUDAM Punya Nahkoda Baru, Imam Ghazali Gantikan Lukman Pura

    Related Posts

    Kementerian aTR BPN_3
    Pemerintahan

    ATR BPN Percepat Layanan Pertanahan Lewat Tiga Transformasi

    19/08/2026
    BPHTB Dipangkas Layanan Pertanahan Kota Palangka Raya Makin Ngebut
    Pemerintahan

    BPHTB dan Pertanahan: Integrasi Pelayanan Dipercepat

    11/08/2026
    Ombudsman RI Uji Kualitas Pelayanan Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya__
    Pemerintahan

    Ombudsman Uji Layanan BPN Palangka Raya

    06/08/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Pengawasan Gabah di Bakauheni

      Pengawasan Gabah di Bakauheni: Strategi Jitu Gubernur Mirza Selamatkan Ekonomi dan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • BUMD Lampung dan Pertamina, Sinergi Strategis Mengerek PAD dan Kesejahteraan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menyikapi Krakatau: Antara Mitigasi Bencana dan Kebanggaan Lokal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menimbang Optimisme dan Kesiapan Desa Lampung Menuju Ekspor

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seporsi Makanan Seharga Rumah? Ini Daftarnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved