Lappung – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah agresif untuk memperluas konektivitas ekonominya dengan membawa 48 pelaku usaha dalam sebuah misi dagang di Lampung.
Inisiatif ini bertujuan untuk menjajaki dan merebut potensi pasar Provinsi Lampung yang nilainya ditaksir mencapai triliunan rupiah.
Baca juga : Lampung Jadi Juara 3 Pertumbuhan Ekonomi, Dijuluki The King of Sumatera oleh BI
Misi dagang yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ini menjadi bukti nyata komitmen Jatim sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional.
Forum ini secara efektif mempertemukan dunia usaha dari kedua provinsi untuk membangun jembatan kerja sama yang saling menguntungkan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan konektivitas antarprovinsi tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi.
Menurutnya, hubungan yang kuat harus dibangun melalui berbagai sektor, mulai dari ekonomi, budaya, sosial, hingga pendidikan.
“Konektivitas bisa dibangun lewat banyak pintu. Ada pintu ekonomi, ada pintu budaya, bahkan silaturahmi dengan warga kami di perantauan. Semua itu saling memperkuat,” ujar Khofifah, di Bandarlampung, dikutip pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Baca juga : Bhayangkara Presisi Lampung FC, Ekonomi, dan Identitas Daerah
Potensi Rp21,2 Triliun
Langkah Jatim ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data penelusuran hingga Mei 2023, potensi ekonomi antara kedua provinsi sangat besar.
Nilai perdagangan antara Jawa Timur dan Lampung secara keseluruhan pernah menyentuh angka fantastis Rp21,2 triliun.
Rinciannya, neraca perdagangan menunjukkan surplus signifikan bagi Jawa Timur:
- Penjualan Jatim ke Lampung: Mencapai estimasi Rp20,56 triliun.
- Pembelian Jatim dari Lampung: Tercatat sekitar Rp570,92 miliar.
Dengan data tersebut, Jawa Timur membukukan surplus perdagangan hingga Rp19,9 triliun.
Angka inilah yang menjadi magnet kuat bagi para pelaku usaha Jatim untuk semakin memperdalam penetrasi pasar di Tanah Laskar Sembada.
Baca juga : Rp50 Triliun Ekonomi Singkong Lampung Miris, Petani Kalah dari Impor Ilegal?
Diketahui, misi dagang ini berhasil mempertemukan total sekitar 100 pelaku usaha dari kedua daerah.
Antusiasme tinggi terlihat jelas dari kehadiran 48 pengusaha asal Jawa Timur yang siap menjajaki peluang bisnis baru.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyambut hangat inisiatif ini.
Ia menekankan bahwa kehadiran warga keturunan Jawa Timur di Lampung juga menjadi faktor pendukung yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan daerahnya.
“Kami sangat terbuka. Jalinan hubungan yang erat antarprovinsi adalah kunci kemajuan bersama.
“Kehadiran saudara-saudara dari Jawa Timur selalu memberikan kontribusi positif bagi Lampung,” kata Jihan.
Sebagai pilar pendukung transaksi, misi dagang ini juga melahirkan kesepakatan konkret di sektor perbankan.
Bank Lampung dan Bank Jawa Timur (Bank Jatim) secara resmi menandatangani kerja sama strategis sebagai bagian dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB).
Kolaborasi itu diharapkan dapat memfasilitasi transaksi dan investasi antardaerah secara lebih efisien dan terintegrasi.
Baca juga : Eksportir sebagai Pilar Ekonomi Lampung dan Peran Strategis Kepemimpinan Muda





Lappung Media Network