Lappung – Perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan performa gemilang pada triwulan II-2025 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,09 persen secara tahunan (y-on-y).
Angka ini tidak hanya menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera, tetapi juga menuai pujian dari Bank Indonesia (BI) yang menyebut Lampung masih layak menyandang julukan The King of Sumatera.
Baca juga : Beda Data BPN, BPS, Hingga DPR, Ukur ulang HGU SGC Jadi Kunci Bongkar Pajak
Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam rilis resmi pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Menurutnya, capaian ini menandakan pertama kalinya sejak pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Lampung mampu bertahan di atas 5 persen selama 2 triwulan berturut-turut, setelah pada triwulan I-2025 tumbuh 5,47 persen.
“Hal ini menunjukkan kekuatan struktur ekonomi Lampung yang mulai kembali ke tren positif, terutama dalam merespons permintaan domestik dan ekspor,” ujar Ahmadriswan.
Secara regional Sumatera, pertumbuhan Lampung hanya berada di bawah Provinsi Kepulauan Riau (7,14 persen) dan Sumatera Selatan (5,42 persen).
Baca juga : Data BPS: Pengangguran Lampung Melandai Jadi 4,07 Persen, Perempuan Masih Tertinggal
Yang lebih mengesankan, pertumbuhan ekonomi triwulanan (q-to-q) Lampung yang mencapai 9,33 persen [cite: 8, 23, 150] menempatkannya sebagai yang tertinggi kedua di Indonesia.
Motor Penggerak
Kinerja solid ekonomi Lampung disokong oleh beberapa lapangan usaha utama.
Sektor Industri Pengolahan menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan meroket 9,97 persen.
Kinerja ini diikuti sektor strategis lain seperti perdagangan, konstruksi, dan transportasi yang menguat seiring peningkatan mobilitas masyarakat.
Dari sisi pengeluaran, lonjakan ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 7,50 persen.
Komoditas unggulan seperti sawit dan kopi menunjukkan kenaikan volume dan nilai di pasar internasional.
Selain itu, daya beli masyarakat tetap terjaga, di mana Konsumsi Rumah Tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi dengan porsi 62,41 persen, tumbuh kuat sebesar 4,67 persen.
Capaian ini disambut baik oleh berbagai pihak.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menyebut capaian ini adalah alasan kuat untuk tetap optimistis.
Baca juga : Daya Beli Petani Lampung Melemah, NTP Juli 2025 Turun 2,46 Persen
“Bila melihat pertumbuhan semester 1, dari Januari sampai Juni 2025 Lampung sudah mencapai 5,27 persen.
“Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 4,08 persen.
“Ini alasan untuk optimistis, meski kewaspadaan tetap diperlukan,” ujar Ganjar.
Respons serupa datang dari Bank Indonesia Perwakilan Lampung.
Ekonom Senior, Fiskara, mengakui bahwa pihaknya sempat cemas akan ada pelemahan, namun data membuktikan sebaliknya.
“Kuartal II ini adalah moment of truth. Jika tumbuh di bawah 5 persen, tekanan akan sangat besar.
“Tapi nyatanya Lampung mencatat 5,09 persen. Istilah King of Sumatra masih layak disematkan,” tegas Fiskara.
Menurutnya, Lampung kini layak menjadi role model karena mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi nasional dan global.
Baca juga : Bukan Sekadar Wisata: Karakter Mobilitas Udara Lampung-Jakarta





Lappung Media Network