Lappung – Menjelang usianya yang ke-74 pada 17 Oktober 2025 mendatang, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan atas transformasinya dari seorang figur militer menjadi diplomat yang disegani di panggung global.
Gaya kepemimpinannya dinilai membawa Indonesia menuju era diplomasi yang asertif, pragmatis, dan penuh percaya diri.
Baca juga : Duet Prabowo-Erick: Resep Emas Kebangkitan Sepak Bola Indonesia
Menurut pengamat, Mahendra Utama, perjalanan Prabowo menunjukkan akumulasi pengalaman panjang yang kini diterapkan dalam kebijakan luar negeri.
“Figur Prabowo Subianto hari ini bukan lagi sekadar politisi atau mantan jenderal.
“Ia telah menjelma menjadi simbol diplomasi Indonesia yang didengar dan dihormati dunia,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Kamis, 28 Agustus 2025.
Refleksi Pemikiran dari Tinta Buku
Mahendra menyoroti bagaimana gagasan Prabowo telah lama tertuang dalam karyanya, jauh sebelum memimpin negara.
Salah satunya adalah buku Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman (2021–2022) yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Rusia.
Baca juga : Mirza Bangga, Program MBG Prabowo-Gibran Hadirkan Manfaat Multidimensi di Metro
“Dalam buku itu, ada kutipan kunci yang kini menjadi cerminan aksinya sebagai presiden,” jelas Mahendra.
Ia mengutip tulisan Prabowo:
“Seorang pemimpin militer harus mampu berpikir strategis, tetapi juga merasakan penderitaan anak buahnya. Kepemimpinan bukan hanya tentang memberi perintah, melainkan memberi teladan”
Menurut Mahendra, kutipan tersebut menjadi kunci untuk memahami transisi Prabowo dari seorang komandan lapangan yang tegas, menjadi politisi demokratis, hingga kini sebagai negarawan yang mengedepankan dialog dan perdamaian.
“Gagasan tentang harga diri bangsa juga sangat kuat. Prabowo menulis, ‘Indonesia adalah bangsa besar, dan bangsa besar tidak boleh minder”
“Kalimat itu bukan lagi retorika, tapi sudah terbukti relevan dengan posisi Indonesia yang semakin dihormati sekarang,” tambahnya.
Gebrakan Diplomasi Proaktif dan Keanggotaan BRICS
Sejak resmi menjabat sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, Prabowo langsung menunjukkan pendekatan diplomasi yang proaktif.
Baca juga : Dukung Program Prabowo, Mitratani Dua Tujuh Garap Lahan TNI untuk Budidaya Okra
Mahendra mencatat langkah tak biasa Prabowo yang melakukan kunjungan ke 20 negara bahkan sebelum dilantik.
“Ini adalah sinyal kuat bahwa Indonesia di bawah kepemimpinannya tidak akan menjadi penonton.
“Kunjungan maraton selama masa transisi itu adalah langkah agresif dan penuh substansi untuk membangun fondasi hubungan internasional,” papar Mahendra.
Langkah strategis lainnya yang menjadi sorotan adalah keberhasilan membawa Indonesia secara resmi bergabung dengan BRICS.
Mahendra menilai ini adalah langkah cerdas untuk memperluas pengaruh Indonesia di tengah tatanan dunia multipolar dan membuka lebih banyak peluang ekonomi serta politik.
Gagasan Perdamaian yang Mendunia
Di berbagai forum internasional, Prabowo secara aktif menawarkan solusi damai untuk konflik global, mulai dari Gaza, Laut China Selatan, hingga Ukraina.
Gagasannya tentang gencatan senjata, zona demiliterisasi, dan pengerahan pasukan perdamaian terus disuarakan.
“Strateginya tetap berpegang pada prinsip bebas-aktif, namun dipadukan dengan pendekatan yang realistis dan pragmatis,” kata Mahendra.
Ia mengingatkan pernyataan Prabowo dalam forum Shangri-La Dialogue yang relevan hingga kini:
“Negara besar memiliki tanggung jawab besar, dan negara kecil pun punya tanggung jawab sesuai kapasitasnya. Perdamaian hanya bisa terwujud bila setiap bangsa menjalankan tanggung jawab itu”
Gestur penghormatan yang diterima Prabowo di berbagai negara, dari sambutan kehormatan di tangga pesawat hingga perlakuan istimewa dari pemimpin dunia, dianggap sebagai buah dari diplomasi yang kuat ini.
“Usia 74 tahun bagi Prabowo bukan sekadar angka.
“Ini adalah puncak dari akumulasi pengalaman militer, pemikiran strategis, dan perjalanan diplomasi yang kini meletakkan Indonesia di panggung dunia sebagai negara berdaulat yang bersuara dan disegani.
“Harapannya, Garuda akan terus terbang semakin tinggi,” pungkas Mahendra Utama.
Baca juga : Mahendra Utama: Kolaborasi Prabowo-Gibran Bawa Harapan Baru untuk Indonesia





Lappung Media Network