Lappung – Era baru kepemimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dimulai seiring pelantikan Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN oleh Presiden Prabowo pada 8 Oktober 2025.
Penunjukan ini dipandang sebagai sinyal kuat untuk percepatan transformasi BUMN yang lebih efisien dan kompetitif.
Baca juga : Dony Oskaria, Pilihan Jitu Prabowo untuk BUMN Unggul
Sebagai seorang profesional dengan rekam jejak korporat yang panjang, Dony langsung menggebrak dengan 5 pernyataan kunci yang menjadi sorotan.
Langkah-langkah tersebut, menurut pemerhati pembangunan Mahendra Utama, menunjukkan adanya arah yang lebih jelas dan pragmatis untuk masa depan perusahaan pelat merah.
“Penunjukan Dony Oskaria oleh Presiden Prabowo mengisyaratkan kebutuhan mendesak akan pemimpin BUMN dengan cara pikir korporat yang kuat, bukan sekadar administrator birokratis,” ujar Mahendra Utama, Senin, 13 Oktober 2025.
Berikut adalah 5 gebrakan awal Dony Oskaria yang menjadi agenda utamanya.
1. Disiplin Kerja dan Integritas Jadi Fondasi
Langkah pertama yang disorot adalah instruksi tegas kepada para direksi BUMN: Tidak boleh bermain golf pada jam kerja.
Mahendra menilai, meskipun terdengar sederhana, pesan ini memiliki makna mendalam.
“Ini bukan sekadar larangan main golf. Ini adalah penegasan tentang disiplin, integritas, dan profesionalisme.
“Dony ingin memastikan gaji besar yang diterima para pejabat BUMN sepadan dengan dedikasi dan fokus pada pekerjaan,” jelas Mahendra.
2. Rampingkan Raksasa: Dari 1.063 Menjadi 200 Perusahaan
Salah satu agenda paling ambisius adalah rencana konsolidasi drastis BUMN.
Dony menargetkan untuk memangkas jumlah perusahaan dari 1.063 menjadi sekitar 200 entitas saja.
“Ini yang akan jadi mesin pertumbuhan kita ke depan,” kata Dony dalam sebuah kesempatan.
Mahendra Utama menambahkan bahwa perampingan ini krusial untuk menciptakan efisiensi dan skala ekonomi yang optimal.
“Selama ini, terlalu banyak BUMN yang tumpang tindih dan tidak efisien, terutama di sektor konstruksi dan logistik.
“Konsolidasi ini jika berhasil akan menciptakan BUMN yang lebih lincah dan berdaya saing global,” terangnya.
3. Kolaborasi Strategis dengan Danantara
Transformasi besar ini, menurut Dony, tidak bisa dilakukan sendirian.
Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria
Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang erat antara BP BUMN dengan Danantara untuk mempercepat proses konsolidasi dan meningkatkan efektivitas program.
Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan.
4. Peta Jalan yang Jelas: 22 Rencana Kerja Konkret
Berbeda dari sekadar wacana, Dony Oskaria telah menyiapkan 22 rencana kerja konkret untuk dieksekusi tahun ini.
Beberapa program prioritas di antaranya adalah konsolidasi sektor asuransi dan konstruksi, pembenahan mendalam pada PT Krakatau Steel, efisiensi Kereta Cepat Whoosh, serta program pengembangan talenta melalui MagangHub.
“Adanya rencana kerja yang detail ini menunjukkan bahwa Dony memiliki roadmap yang terukur.
“Ini memberikan kepastian dan arah yang jelas bagi seluruh ekosistem BUMN,” kata Mahendra.
5. Membawa Paradigma Korporat Murni
Latar belakang Dony Oskaria yang berasal dari dunia korporat swasta dinilai menjadi pembeda utama.
Menurut Mahendra, inilah yang dibutuhkan BUMN saat ini, seorang pemimpin yang berorientasi pada hasil, bukan proses birokrasi yang berbelit.
“Pendekatan Dony yang pragmatis dan business oriented diharapkan dapat mengubah BUMN dari entitas yang kerap menjadi beban negara menjadi mesin pembangunan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Mahendra menyimpulkan, kelima poin tersebut menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang komprehensif.
“Mulai dari disiplin personal, perbaikan struktur organisasi, sinergi strategis, hingga eksekusi yang terukur. Ini adalah angin segar bagi BUMN.
“Tentu, keberhasilannya masih perlu dibuktikan, namun setidaknya kini ada harapan dan arah yang jauh lebih menjanjikan,” tutupnya.
Baca juga : Menata Ulang Masa Depan BUMN





Lappung Media Network