Lappung – Kabar baik bagi perekonomian Lampung.
Laju inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Lampung sukses direm dan tercatat sebesar 1,20 persen pada Oktober 2025.
Baca juga : Buntut Keracunan MBG Lampung, BPS Pertajam Survei Keamanan Pangan
Angka ini menunjukkan tren pelandaian yang signifikan dibandingkan inflasi Oktober 2024 yang saat itu masih berada di level 1,94 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, dalam rilis resminya Senin, 3 November 2025, mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Oktober 2025 sebesar 108,76.
Meski secara tahunan melandai, laju inflasi ini masih didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang andil inflasi terbesar, yakni 1,46 persen, dengan inflasi kelompok sebesar 4,46 persen.
Kelompok lain yang turut mendorong inflasi adalah Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang mengalami inflasi 6,96 persen dengan andil 0,44 persen, serta kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan andil 0,21 persen.
Faktor menarik yang menjadi remnutama laju inflasi tahunan Lampung adalah deflasi sangat dalam pada kelompok Pendidikan.
Baca juga : Angka Kurang Pangan Menurut BPS: Definisi dan Cara Menghitungnya
BPS mencatat kelompok ini mengalami deflasi tajam sebesar 17,98 persen secara year on year.
Kelompok pendidikan memberikan andil/sumbangan deflasi yang signifikan, yakni sebesar 1,21 persen.
Secara rinci, komoditas yang dominan menahan laju inflasi (penyumbang deflasi) adalah biaya Sekolah Menengah Atas (SMA) yang andil deflasinya mencapai 0,85 persen, dan biaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan andil deflasi 0,40 persen.
Di sisi lain, komoditas yang menjadi biang kerok utama penyumbang inflasi tahunan adalah emas perhiasan (andil 0,45 persen), diikuti bawang merah (andil 0,39 persen) dan cabai merah (andil 0,37 persen).
Sementara, jika dilihat per wilayah, laju inflasi tahunan di Lampung tidak merata.
Inflasi year on year tertinggi atau terpanas terjadi di Kabupaten Lampung Timur yang mencapai 2,45 persen.
Sebaliknya, Kota Bandarlampung menjadi wilayah dengan inflasi tahunan paling adem atau terendah, yakni hanya sebesar 0,43 persen.
Sementara, untuk inflasi bulanan (month to month/m-to-m) atau perbandingan Oktober 2025 terhadap September 2025, Provinsi Lampung mengalami inflasi tipis sebesar 0,23 persen.
Sedangkan inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) dari Januari hingga Oktober 2025 tercatat sebesar 0,30 persen.
Baca juga : Kabar dari BPS: Saat 13 Provinsi Lain Bergejolak, Harga di Lampung Stabil





Lappung Media Network