Lappung – Provinsi Lampung menorehkan tinta emas dalam sejarah pembangunan daerah.
Untuk pertama kalinya, Lampung berhasil menembus jajaran 3 besar nasional dalam ajang bergengsi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas RI.
Baca juga : Wisatawan Melonjak dan Dapat Award, Pemprov Lampung Punya PR Jaga Konsistensi Infrastruktur
Prestasi ini menjadi sorotan khusus karena Lampung menjadi satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa yang berhasil berdiri di podium juara, bersaing ketat dengan provinsi-provinsi mapan di Jawa.
Menanggapi capaian tersebut, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memberikan apresiasi tinggi.
Namun, ia menekankan bahwa penghargaan ini seharusnya tidak hanya menjadi euforia sesaat, melainkan momentum krusial untuk mengevaluasi celah yang masih ada demi target yang lebih tinggi.
“Ini prestasi bersejarah. Program Desaku Maju terbukti ampuh menarik perhatian juri pusat.
“Tapi kalau kita jujur, peringkat ketiga ini adalah kode bahwa masih ada ruang perbaikan untuk bisa menjadi juara satu,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Selasa, 16 Desember 2025.
Belajar dari Kompetitor di Jawa
Mahendra menyoroti beberapa aspek teknis yang membuat provinsi-provinsi di Jawa kerap menjadi langganan juara pertama.
Menurutnya, ada perbedaan mendasar dalam kerapian perencanaan dan ekosistem inovasi.
“Provinsi yang unggul biasanya memiliki sistem perencanaan (RKPD) yang sangat matang dan berbasis data solid, bukan sekadar formalitas.
“Selain itu, mereka tidak hanya bertumpu pada satu program unggulan,” jelas Mahendra.
Ia menambahkan, kunci keunggulan kompetitor terletak pada diversifikasi inovasi di berbagai sektor dan tata kelola birokrasi yang lebih ramping (agile).
Baca juga : Kawasan Metropolitan Lampung Raya: Kunci Pemerataan Ekonomi Lewat Koordinasi Regional
Aspek transparansi juga menjadi catatan penting. Meskipun Bappeda Lampung telah berpredikat Informatif, pelibatan publik dalam Musrenbang di provinsi lain dinilai lebih masif dan partisipatif.
“Jadi, meski Desaku Maju sudah sangat bagus, PR kita ke depan adalah meningkatkan kualitas dokumen perencanaan, konsistensi pelaksanaan, dan integrasi inovasi di semua lini, bukan hanya di satu sektor,” tegasnya.
Dampak dan Strategi
Bagi masyarakat, Mahendra menilai penghargaan ini memiliki dampak psikologis dan praktis.
Selain meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBD, penghargaan tersebut menjamin keberlanjutan dukungan pusat terhadap program ekonomi perdesaan.
Untuk merebut posisi puncak di tahun depan, Mahendra menyarankan 3 strategi utama: integrasi data yang real time, replikasi model sukses Desaku Maju ke sektor kesehatan dan pendidikan, serta peningkatan kapasitas SDM perencana.
“Target juara pertama tahun depan bukan mimpi, tapi sesuatu yang rasional jika kita berani membenahi pondasi data dan kualitas SDM kita,” imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa penghargaan adalah bukti komitmen pemerintah dalam pembangunan yang partisipatif.
“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang partisipatif, berbasis data, inovatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Marindo usai menerima penghargaan.
Marindo memastikan capaian ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas.
Baca juga : Potret Buram Infrastruktur, Aduan Warga Soal Jalan di Lampung Naik 100 Kali Lipat





Lappung Media Network