Lappung – Pemerintah Provinsi Lampung berhasil menembus 3 besar nasional dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2025 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas.
Namun, capaian ini menyisakan pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah.
Baca juga : Kepuasan 83 Persen: Antara Panen Padi dan Utang Infrastruktur Mirza-Jihan
Yaitu, memastikan infrastruktur siap menopang ledakan kunjungan wisatawan yang kini tembus 17 juta orang.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh jajaran Pemprov Lampung dari Sekretaris Kementerian PPN/Kepala Bappenas RI, Teni Widuriyanti, di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.
Dalam ajang tersebut, Lampung dinilai sukses merancang pembangunan yang efektif, bersanding di posisi 5 besar terbaik nasional bersama provinsi dengan kapasitas fiskal besar lainnya, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Alarm Infrastruktur
Bappenas menyoroti inovasi Desaku Maju dan Lampung Boemi Event sebagai poin plus dalam perencanaan daerah.
Program itu terbukti ampuh mendongkrak sektor pariwisata secara signifikan.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, arus wisatawan domestik ke Lampung meledak hingga 17,87 juta kunjungan.
Angka ini jauh melampaui target moderat yang dipasang Pemprov di angka 7,85 juta.
Lonjakan lebih dari 200 persen tersebut menjadi sinyal peringatan bagi daya dukung daerah.
Kepadatan di titik-titik wisata unggulan seperti Pahawang, Kiluan, hingga lokasi festival tahunan menuntut konsistensi kualitas jalan, fasilitas publik, dan manajemen lalu lintas agar kenyamanan pelancong terjaga.
Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang juga menjadi poin penilaian Bappenas, kini diuji realisasinya di lapangan.
Baca juga : Potret Buram Infrastruktur, Aduan Warga Soal Jalan di Lampung Naik 100 Kali Lipat
Apakah perencanaan di atas kertas sudah berbanding lurus dengan mulusnya akses menuju sentra ekonomi baru tersebut?
Bappenas: Jangan Sekadar Seremoni
Sekretaris Kementerian PPN, Teni Widuriyanti, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni.
Ia menekankan pentingnya dampak langsung pembangunan bagi masyarakat.
“Saya ucapkan selamat. Capaian ini menunjukkan komitmen dan inovasi nyata.
“Tapi harapannya, ini memperkuat sinergi agar sasaran pembangunan nasional benar-benar efektif dan berkelanjutan,” ujar Teni.
Sementara, bagi Pemprov Lampung, predikat Terbaik Ketiga menjadi validasi atas strategi pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif.
Namun, tantangan sesungguhnya ada pada tahun-tahun mendatang, mempertahankan tren positif kunjungan wisata sembari mengejar ketertinggalan infrastruktur penunjangnya.
Baca juga : Ombudsman Lampung Kumpulkan 9 Kepala Daerah, Tagih Komitmen Bebas Korupsi Infrastruktur





Lappung Media Network