Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Dari 9 Jam ke 3,5 Jam: Mimpi Besar Kereta Cepat yang Menyatukan Jawa

    Dari 9 Jam ke 3,5 Jam: Mimpi Besar Kereta Cepat yang Menyatukan Jawa

    Irjen by Irjen
    12/01/2026
    in Ekonomi
    Dari 9 Jam ke 3,5 Jam: Mimpi Besar Kereta Cepat yang Menyatukan Jawa

    Ilustrasi: Rencana operasional Kereta Cepat Jakarta-Surabaya yang ditargetkan memangkas waktu tempuh menjadi 3,5 jam sebagai upaya pemerataan ekonomi nasional. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Rencana besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya terus dimatangkan.

    Proyek strategis ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara drastis dari yang semula 9 hingga 12 jam, menjadi hanya 3,5 jam.

    Baca juga : Swasembada sebagai Syarat Mutlak Kedaulatan: Membaca Arah Kompas Prabowo Subianto

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai langkah tersebut bukan sekadar ambisi infrastruktur semata, melainkan instrumen vital untuk pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

    Menurutnya, percepatan mobilitas akan mengubah peta ekonomi di Pulau Jawa secara signifikan.

    “Dulu, perjalanan Jakarta-Surabaya dengan kereta konvensional memakan waktu seharian.

    “Dengan kereta cepat yang ditargetkan beroperasi 200-250 km/jam, waktu tempuh dipangkas menjadi 3,5 jam.

    “Ini adalah terobosan efisiensi yang luar biasa,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Senin, 12 Januari 2026.

    Mobilitas dan Dampak Ekonomi

    Mahendra menjelaskan, perbandingan waktu tempuh yang sangat jomplang antara kereta konvensional dan kereta cepat akan menciptakan budaya baru.

    Sebagai gambaran, kereta kelas eksekutif seperti Argo Sembrani saat ini membutuhkan waktu sekitar 8,5 hingga 11 jam.

    Sementara kereta ekonomi bisa memakan waktu lebih lama.

    “Bayangkan dampaknya bagi pelaku usaha kecil di Surabaya.

    “Mereka bisa ke Jakarta untuk urusan bisnis di pagi hari dan kembali makan malam bersama keluarga di Surabaya pada hari yang sama. Inilah yang kita sebut sebagai keadilan mobilitas,” tegas Mahendra.

    Lebih jauh, rencana perpanjangan jalur hingga ke Banyuwangi dinilai akan memacu pertumbuhan pusat-pusat industri, perdagangan, dan pariwisata di daerah yang dilintasi, tidak hanya terpusat di kota besar.

    Belajar dari Whoosh

    Meski optimis, Mahendra mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam aspek perencanaan dan pembiayaan.

    Baca juga : Diplomasi “Seribu Kawan”: Menakar Langkah Catur Global Presiden Prabowo

    Ia menyoroti pengalaman pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang sempat mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) hingga membebani APBN.

    “Kita harus belajar dari masa lalu. Jangan sampai masalah pembengkakan biaya dan beban operasional terulang.

    “Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) perlu memastikan skema pembiayaan yang lebih sehat dan kompetitif, agar tidak membebani keuangan negara di masa depan,” paparnya.

    Mahendra juga menyinggung pentingnya fleksibilitas dalam kontrak dan tata kelola yang transparan, mengingat proyek infrastruktur raksasa kerap memiliki risiko yang sulit diprediksi secara akurat.

    Konektivitas Nusantara

    Mahendra mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa kereta api adalah sarana transportasi rakyat.

    Terlebih, visi konektivitas ini tidak hanya berhenti di Jawa.

    Pengembangan jaringan kereta api juga direncanakan menyasar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

    “Infrastruktur transportasi ini adalah upaya menyatukan nusantara.

    “Kereta cepat Jakarta-Surabaya-Banyuwangi harus menjadi bukti nyata keberpihakan negara terhadap akses ekonomi rakyat, bukan sekadar monumen fisik,” pungkas Mahendra.

    Diketahui saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan mendalam untuk memastikan operasional yang efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.

    Baca juga : Diplomasi Tanpa Blok: Mengapa Prabowo Subianto Disegani Dunia

    Tags: #KeretaCepatIndonesia#KonektivitasNasional#MahendraUtama#PembangunanInfrastruktur
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    PDIP Lampung: Sinergi Itu Penting, Tapi Kritik Jalan Terus jika Tak Pro Rakyat

    Next Post

    Sukses Tekan Inflasi 2025, Lampung Bersiap Hadapi Lonjakan Harga Ramadan

    Related Posts

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Cara Memulai Gaya Hidup Sehat untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Praktis

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Deteksi Dini Kesehatan Gigi Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Rekomendasi Destinasi Agrowisata Lampung Barat: Kebun Jeruk Sunkist Gold Pesagi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved