Lappung – Posisi Indonesia di kancah internasional kian diperhitungkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kepercayaan dan rasa hormat yang ditunjukkan para pemimpin dunia kepada Prabowo dinilai bukan fenomena yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari strategi diplomasi jangka panjang yang matang.
Baca juga : Jurus Diplomasi Ekonomi Prabowo: Kemitraan Kapal Rp87 Triliun, Solusi Win-Win RI-Inggris
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai kemampuan Prabowo menavigasi hubungan internasional menjadi kunci utama.
Di tengah perpecahan geopolitik global yang tajam, Prabowo berhasil membawa Indonesia tidak terjebak dalam pilihan blok hitam-putih, namun tetap mengamankan kepentingan nasional.
“Rasa segan dunia internasional terhadap Prabowo lahir dari kemampuannya memainkan kartu nasionalisme dengan cerdas.
“Ia tidak terjebak narasi persaingan adidaya, tapi memposisikan Indonesia sebagai kekuatan berdaulat yang harus diperhitungkan,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Jumat, 19 Desember 2025.
Ekonomi dan Pertahanan
Mahendra menyoroti pendekatan unik yang diterapkan Prabowo, yakni prinsip semua teman, bukan musuh.
Hal ini terlihat jelas dari manuver strategis pemerintah yang menjalin kerja sama ekonomi erat dengan Tiongkok, namun di saat bersamaan memperkuat sektor pertahanan melalui kemitraan dengan negara-negara Barat.
Konsistensi inilah yang menurut Mahendra membuat Indonesia dipandang sebagai mitra stabil dan penjaga keseimbangan (balancer) yang krusial di kawasan Indo-Pasifik.
“Pemimpin asing melihat dan menghargai konsistensi ini.
“Prabowo membangun fondasi ekonomi dengan Tiongkok dan pertahanan dengan Barat secara simultan. Ini menjadikan Indonesia mitra yang bisa diprediksi,” jelasnya.
Baca juga : 1 Tahun Prabowo-Gibran: Faisol Riza, Aktor Kunci Di Balik Akselerasi Industri Nasional
Mengutip analisis S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura, Mahendra menyebut bahwa nasionalisme kuat yang menjadi nilai inti Prabowo bukanlah nasionalisme yang menutup diri (isolasionis).
Sebaliknya, latar belakang pendidikan global Prabowo membentuk pandangan internasional yang matang.
Sebagai bukti pengakuan dunia, Mahendra mencontohkan penganugerahan penghargaan tertinggi negara Pakistan, Nishan-e-Pakistan, kepada Prabowo.
Penghargaan itu menjadi simbol apresiasi atas kontribusi aktifnya memperkuat hubungan bilateral.
Lebih lanjut, Mahendra menambahkan bahwa kepribadian Prabowo yang aktif dan personal dalam berdiplomasi diprediksi akan mengubah wajah diplomasi Indonesia.
Visi membawa Indonesia menjadi negara maju dalam 15-20 tahun ke depan dinilai para pengamat internasional sebagai komitmen strategis, bukan sekadar janji politik.
“Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, sikap diplomasi seperti ini justru yang paling berharga.
“Prabowo menegaskan kebangkitan ekonomi Indonesia yang stabil dan berpengaruh,” pungkas Mahendra.
Baca juga : Strategi Prabowo Atasi Pengangguran: Terobosan Nyata di Tengah Tantangan Global





Lappung Media Network