Lappung – Kinerja sektor industri pengolahan nonmigas Indonesia mencatatkan angka impresif dengan pertumbuhan sebesar 5,58 persen (yoy) pada Triwulan III 2025.
Capaian ini menjadi kado manis dalam 1 tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga : Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama
Di balik tren positif tersebut, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti peran strategis Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza.
Menurutnya, akselerasi industri nasional saat ini tidak lepas dari kemampuan Faisol menerjemahkan kebijakan teknis di lapangan, melengkapi kepemimpinan Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Angka pertumbuhan 5,58 persen dan realisasi investasi manufaktur yang tembus Rp 568,4 triliun bukan angka kebetulan.
“Ada kerja keras tim di sana. Saya melihat Faisol Riza tampil sebagai aktor kunci, semacam ujung tombak operasional yang memastikan mesin birokrasi Kemenperin berjalan cepat,” ujar Mahendra Utama, Sabtu, 29 November 2025.
Diplomasi dan Eksekusi
Mahendra menguraikan, kontribusi Faisol Riza terlihat nyata dalam 4 aspek krusial.
Pertama, kemampuan diplomasi industri global.
Faisol dinilai aktif menjemput bola dalam forum internasional, termasuk keterlibatannya di KTT BRICS.
“Ia tidak hanya hadir seremonial, tapi aktif menjajaki kerjasama investasi dan teknologi.
“Ini langkah vital untuk membuka akses pasar baru bagi produk manufaktur kita di tengah ketidakpastian ekonomi global,” jelas Mahendra.
Kedua, Faisol dinilai sukses menjadi penerjemah visi hilirisasi.
Mahendra mencatat intensitas kunjungan kerja Wamenperin ke berbagai kawasan industri cukup tinggi.
Baca juga : Lagi, Faisol Riza Lolos Senayan. Mahendra Utama: Tak Heran
Kehadiran fisik pejabat setingkat Wamen di lapangan dinilai efektif untuk mengawal Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) dan mengurai sumbatan (debottlenecking) yang kerap dialami pelaku usaha.
Industri Hijau dan SDM
Poin ketiga yang digarisbawahi Mahendra adalah komitmen terhadap transformasi industri hijau.
Faisol Riza gencar menyusun peta jalan dekarbonisasi industri, sebuah langkah yang dinilai Mahendra sangat relevan dengan tuntutan pasar global saat ini.
“Di sisi lain, beliau juga fokus pada pembenahan SDM.
“Memastikan lulusan vokasi punya kompetensi yang match dengan kebutuhan pabrik, sehingga investasi yang masuk bisa langsung diserap tenaga kerja lokal,” paparnya.
Terakhir, Mahendra memuji kemampuan Faisol sebagai perekat sinergi.
Komunikasi yang dibangun dengan dunia usaha mulai dari korporasi multinasional hingga UMKM dinilai cair dan solutif.
Hal ini menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah transisi pemerintahan.
“Kehadiran figur seperti Faisol Riza yang luwes namun tegas dalam eksekusi sangat dibutuhkan.
“Ini memperkokoh fondasi yang dibangun Kemenperin menuju visi Indonesia Emas 2045,” tutup Mahendra.
Baca juga : Dagang di Medsos. Faisol Riza: Perlu Aturan Berjualan





Lappung Media Network