Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama

    Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama

    Irjen by Irjen
    27/05/2025
    in Gaya Hidup
    Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama

    Wamenperin RI, Faisol Riza bersama Mahendra Utama (kanan). Foto: Dokumentasi Pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya dari Mahendra Utama.

    Baca juga : Jembatan Sakura dan Nusantara, Karya: Mahendra Utama

    Puisi ini adalah sebuah penghormatan liris kepada Faisol Riza, tokoh yang menapaki jalan panjang dari santri, aktivis, hingga politisi nasional.

    Mahendra Utama merangkai perjalanan itu dengan bahasa simbolis yang kuat, menggabungkan metafora alam, sejarah perjuangan, dan spiritualitas.

    Puisi ini juga menegaskan bahwa perjuangan sejati tak pernah selesai.

    Faisol Riza, lewat puisi ini, ditampilkan sebagai tokoh yang tidak hanya melangkah dalam sejarah, tetapi juga menyalakan harapan dalam setiap masa.

     

    Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama

     

    Di antara kitab-kitab yang bertaut waktu,

    kau tumbuh dari akar Nahdlatul Ulama:

    Kraksaan dan Paiton mencatat langkahmu,

    sebelum filsafat mengasah kata,

    sebelum administrasi merajut data.

     

    1998, angin reformasi mengganas—

    suaramu menggema di lorong gelap rezim.

    SMID adalah panggung,bdarah muda dikobarkan,

    sampai malam itu…

    badanmu diculik, tapi jiwa tetap membara.

    Kau dikembalikan, bukan sebagai korban,

    melainkan puing yang bangkit jadi mercusuar.

     

    Di puncak tebing, kau ukir nama

    sebagai pengawal keringat dan karamah;

    di kursi parlemen, kau tegakkan komitmen:

    dari Probolinggo hingga Jambi,

    suara rakyat kaupahat di nisan kebijakan.

    Kau tak hanya milenial yang menari di gelanggang,

    tapi filsuf yang menanam benih di tanah retak.

     

    Faisol Riza—

    jejakmu adalah hujan yang merawat sumur-sumur tua,

    pejuang yang tak pernah selesai bergerak:

    dari pesantren ke gedung DPR,

    hingga Wakil Menteri Perindustrian Indonesia.

     

    Dari hilang menjadi abadi.

    Selamat datang di setiap zaman yang memanggil,

    di mana keadilan masih menunggu pijar.

     

    Amalia Hotel, Bandar Lampung, 27 Mei 2025

    Baca juga : Sang Pelita Lampung: Untuk Iyai Mirza, Karya Mahendra Utama

    Tags: Faisol RizaLanskap PerjuanganMahendra UtamaPuisi Mahendra UtamaWamenperin
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Cek Arah Kiblatmu! Matahari Tepat di Atas Kabah 26–30 Mei

    Next Post

    Remaja Ditemukan Tewas di Kolam Tugu Pengantin Bandarlampung, CCTV Ungkap Detik-detik Kejadian

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved