Lappung – Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya dari Mahendra Utama.
Baca juga : Jembatan Sakura dan Nusantara, Karya: Mahendra Utama
Puisi ini adalah sebuah penghormatan liris kepada Faisol Riza, tokoh yang menapaki jalan panjang dari santri, aktivis, hingga politisi nasional.
Mahendra Utama merangkai perjalanan itu dengan bahasa simbolis yang kuat, menggabungkan metafora alam, sejarah perjuangan, dan spiritualitas.
Puisi ini juga menegaskan bahwa perjuangan sejati tak pernah selesai.
Faisol Riza, lewat puisi ini, ditampilkan sebagai tokoh yang tidak hanya melangkah dalam sejarah, tetapi juga menyalakan harapan dalam setiap masa.
Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama
Di antara kitab-kitab yang bertaut waktu,
kau tumbuh dari akar Nahdlatul Ulama:
Kraksaan dan Paiton mencatat langkahmu,
sebelum filsafat mengasah kata,
sebelum administrasi merajut data.
1998, angin reformasi mengganas—
suaramu menggema di lorong gelap rezim.
SMID adalah panggung,bdarah muda dikobarkan,
sampai malam itu…
badanmu diculik, tapi jiwa tetap membara.
Kau dikembalikan, bukan sebagai korban,
melainkan puing yang bangkit jadi mercusuar.
Di puncak tebing, kau ukir nama
sebagai pengawal keringat dan karamah;
di kursi parlemen, kau tegakkan komitmen:
dari Probolinggo hingga Jambi,
suara rakyat kaupahat di nisan kebijakan.
Kau tak hanya milenial yang menari di gelanggang,
tapi filsuf yang menanam benih di tanah retak.
Faisol Riza—
jejakmu adalah hujan yang merawat sumur-sumur tua,
pejuang yang tak pernah selesai bergerak:
dari pesantren ke gedung DPR,
hingga Wakil Menteri Perindustrian Indonesia.
Dari hilang menjadi abadi.
Selamat datang di setiap zaman yang memanggil,
di mana keadilan masih menunggu pijar.
Amalia Hotel, Bandar Lampung, 27 Mei 2025
Baca juga : Sang Pelita Lampung: Untuk Iyai Mirza, Karya Mahendra Utama





Lappung Media Network