Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Medsos Pemprov Lampung Bikin Warga Kecewa, Kapan Bisa Sehebat Jabar?

    Medsos Pemprov Lampung Bikin Warga Kecewa, Kapan Bisa Sehebat Jabar?

    Irjen by Irjen
    07/02/2026
    in Pemerintahan
    Medsos Pemprov Lampung Bikin Warga Kecewa, Kapan Bisa Sehebat Jabar?

    Ilustrasi: Perbandingan kontras pengelolaan media sosial Pemprov Lampung (kiri) yang dinilai monoton dengan Pemprov Jawa Barat (kanan) yang interaktif dan kaya data. Foto: Arsip Kirka/DBS/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pengelolaan komunikasi publik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui media sosial dinilai jalan di tempat dan gagal memanfaatkan momentum era digital.

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut akun-akun resmi dinas di lingkungan Pemprov Lampung saat ini tak ubahnya sekadar papan pengumuman elektronik yang kaku, miskin data, dan sepi interaksi.

    Penilaian itu didasarkan pada pantauan terhadap akun induk @pemprovlampung_ serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Meski mencantumkan layanan call center 24 jam di bio Instagram, realitas konten yang tersaji justru sebaliknya.

    “Di era digital, medsos itu jembatan emas. Tapi yang terjadi di Lampung, kontennya didominasi repost agenda seremonial Gubernur atau pengumuman rutin.

    “Tidak ada komunikasi dua arah. Indikatornya jelas, engagement sangat rendah, rata-rata likes di bawah 100 per unggahan dan kolom komentar nyaris kosong,” tegas Mahendra Utama di Bandarlampung, Sabtu, 7 Februari 2026.

    Mahendra membedah kinerja sejumlah dinas yang dinilai gagap menerjemahkan kinerja ke dalam bahasa visual digital.

    Ia menunjuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (@perindaglampung) yang aktif memposting kegiatan, namun luput menyajikan data krusial seperti capaian target ekspor atau dukungan riil bagi UMKM.

    Kritik lebih keras diarahkan pada Dinas Ketahanan Pangan (@dinas.kptph.lampung).

    “Publik butuh data stok pangan atau progres penanganan stunting, bukan sekadar foto penerimaan penghargaan. Ini soal substansi yang hilang,” ujarnya.

    Setali tiga uang, Dinas Perkebunan (@disbun_lampung) yang memiliki 912 pengikut dan Dinas Kehutanan (@kehutananprovlampung) juga dinilai gagal menyajikan transparansi data.

    Isu vital seperti peremajaan sawit dan pencegahan deforestasi tidak tergambar dalam lini masa mereka.

    Mahendra menyebut, laporan internal Pemprov tahun 2025 bahkan telah mengakui adanya kendala kualitas konten tersebut.

    Jawa Barat

    Sebagai pembanding, Mahendra meminta Pemprov Lampung melihat pola komunikasi Pemprov Jawa Barat (@jabarprovgoid dan @humas_jabar).

    Dengan 271 ribu pengikut, kanal tersebut dinilai berhasil membangun partisipasi publik lewat data real time program Jabar Juara, fitur polling, dan respons cepat.

    “Jabar, bahkan hingga tingkat Kabupaten Bogor, menjadikan medsos sebagai instrumen transparansi dan legitimasi.

    “Di sana ada interaksi, ada data yang bicara. Lampung harusnya bisa meniru model ini, bukan membiarkan medsosnya jadi pajangan semata,” cetusnya.

    Mahendra menyarankan agar Pemprov Lampung segera merombak strategi komunikasi.

    Menurutnya, dinas terkait harus mulai berbasis pada kebutuhan warga (citizen centric), bukan sekadar menggugurkan kewajiban publikasi.

    Langkah taktis yang disarankan meliputi pembuatan kalender konten yang terukur, publikasi infografis pencapaian kinerja bulanan, serta aktivasi fitur Live Q&A untuk menjawab keluhan warga secara langsung.

    “Teori Mergel (2013) sudah mengingatkan, medsos pemerintah itu untuk partisipasi dan transparansi, bukan broadcast searah.

    “Kalau tidak segera berbenah, warga tidak akan merasakan kehadiran pemerintah di ruang digital,” pungkas Mahendra.

    Tags: #MahendraUtama#MediaSosialPemdaLampung#PembangunanDaerah#TransparansiPemerintahLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Sai Bumi Ruwai Jurai Bangkit, Karya Mahendra Utama 

    Next Post

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    Related Posts

    Kantor Pertanahan (BPN) Kota Palangka Raya resmi memperkenalkan inovasi layanan terbarunya yang bertajuk LASUT HUMA
    Pemerintahan

    BPN Kota Palangka Raya Luncurkan Inovasi LASUT HUMA

    09/05/2026
    LAKUWAL Inovasi Cerdas Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya
    Pemerintahan

    LAKUWAL Inovasi Cerdas BPN Kota Palangka Raya

    08/05/2026
    Dua Dirjen Kementerian PKP mundur
    Pemerintahan

    Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

    25/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengungkap Arti Mimpi Gigi Copot

      Mengungkap Arti Mimpi Gigi Copot: Fakta atau Mitos?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Fakta DNA Manusia yang Jarang Diketahui: Sungguh Mengejutkan!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Tanpa Disadari! Distraksi Digital Bisa Bikin Gagal Fokus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Kategori Produk Paling Laris di Marketplace: Tren Konsumen dan Strategi Penjualan yang Tepat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Cara Raih Kebebasan Finansial Meski Gaji Kecil: Panduan Realistis bagi Pemula

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 5 Fenomena Alam Paling Misterius di Dunia: Masih Sulit Dijelaskan Secara Ilmiah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved