Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Dampak Positif Regulasi Ayam Hidup Bagi Peternak Rakyat.
Dampak Positif Regulasi Ayam Hidup Bagi Peternak Rakyat
Oleh: Mahendra Utama*
Perlindungan Harga dari Serbuan dan Fluktuasi Pasar
Bagi peternak rakyat atau peternak mandiri skala kecil di Lampung, keberadaan Peraturan Gubernur tentang pengendalian pengeluaran ayam potong hidup bertindak sebagai perisai ekonomi.
Berdasarkan data pergerakan ternak tahun 2025 dan 2026, arus keluar ayam hidup dari Lampung kerap mengalami lonjakan tajam pada bulan-bulan tertentu, seperti April 2026 yang menembus angka 2.535.154 ekor.
Ketika pasar luar daerah sedang jenuh, ayam-ayam tersebut berisiko tertahan atau membanjiri pasar domestik Lampung, sehingga merusak harga di tingkat peternak lokal.
Meningkatkan Daya Saing Peternak Mandiri
Melalui sistem Surat Rekomendasi pengeluaran yang ketat, pemerintah dapat mengatur ritme distribusi pasokan. Kebijakan ini mencegah terjadinya oversupply yang kerap dimanfaatkan oleh para spekulan untuk menekan harga beli di tingkat peternak rakyat.
Dengan kepastian serapan pasar domestik dan stabilitas harga yang terjaga, risiko kerugian modal yang sering membayangi peternak kecil dapat diminimalisir secara signifikan.
Teori Proteksionisme Ekonomi dan Keadilan Pasar
Dalam teori ekonomi pembangunan, Selective Market Intervention atau intervensi pasar selektif diperlukan untuk melindungi pelaku usaha kecil yang rentan terhadap guncangan pasar bebas.
Regulasi ini memberikan ruang bernapas bagi peternak rakyat untuk bersaing secara sehat tanpa harus tergilas oleh fluktuasi harga makro yang tidak menentu.
Menanggapi perlindungan sektor UMKM dan peternak kecil, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya:
“Peternak rakyat adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan di Provinsi Lampung. Pemerintah daerah berkewajiban hadir dengan regulasi yang berpihak, memastikan mereka mendapatkan harga yang adil dan perlindungan dari ketidakpastian pasar.”
Langkah pembatasan pengeluaran ayam potong ini secara langsung memperkuat posisi tawar (bargaining power) peternak rakyat di hadapan para tengkulak maupun korporasi besar. (*)
—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network