Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Menakar Ambisi Hilirisasi Energi di Kawasan Industri Katibung Lampung.
Menakar Ambisi Hilirisasi Energi di Kawasan Industri Katibung Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Pemerintah Provinsi Lampung melirik potensi selat dan pesisir Selatan untuk menyulap Katibung menjadi episentrum energi baru.
Langkah awal ditandai dengan kesepakatan studi kelayakan bersama PT Menamas dan Samko Luxembourg untuk membangun megaproyek multiklaster terintegrasi.
Namun, di balik optimisme investasi bernilai triliunan rupiah ini, terdapat jalinan rumit kelembagaan ekonomi yang menentukan apakah proyek ini akan berujung pada lompatan kesejahteraan warga atau sekadar menjadi ruang pemakan rente baru.
Langkah Awal Menjemput Raksasa Energi Eropa
Kesepakatan yang ditandatangani oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bukan sekadar urusan seremonial di atas kertas.
Dokumen kerja sama mengenai studi kelayakan (feasibility study) pembangunan multiklaster ini merupakan fondasi teknokratis mutlak.
Tanpa kepastian ekologis dan finansial yang rigid, ruang pesisir berisiko menjadi objek spekulasi tanah belaka.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan signifikansi kebijakan ini.
“Kesepakatan dengan PT Menamas ini merupakan langkah awal percepatan pengembangan Kawasan Industri Energi Terintegrasi Katibung,” ujarnya.





Lappung Media Network