Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Konsolidasi Ideologi dan Simbol Rekonsiliasi Nasional PKB.
Konsolidasi Ideologi dan Simbol Rekonsiliasi Nasional PKB
Oleh: Mahendra Utama*
Gestur kekompakan kader PKB mengenakan kaos Prabowonomics pada Harlah ke-28 menebarkan optimisme baru.
Aksi ini menjadi bukti konkret bagaimana simbol visual mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun jembatan kerja sama politik yang solid.
Teori Identitas Sosial dan Kesolidan Kader
Berdasarkan Teori Identitas Sosial (Henri Tajfel), atribut visual yang seragam memperkuat kepemilikan kelompok (in-group identity).
Penggunaan kaos Prabowonomics menciptakan rasa kebersamaan (sense of belonging) yang erat di antara para kader PKB dari berbagai daerah.
Secara internal, ini memberi dorongan energi positif bahwa PKB melangkah mantap searah dengan visi besar bangsa.
Teori Konstruksi Sosial dan Rekonsiliasi
Dalam kacamata Teori Konstruksi Sosial (Berger & Luckmann), realitas politik dibentuk melalui simbol dan narasi yang berulang. Kehadiran kaos Prabowonomics membangun konstruk sosial baru: PKB adalah pilar utama yang menyatukan ideologi kebangsaan dan keagamaan demi fondasi ekonomi nasional yang tangguh.
“Langkah kader PKB memperlihatkan kemandirian sekaligus keterbukaan politik. Ini tradisi baru yang menyejukkan bagi stabilitas nasional,” puji juru bicara lintas partai.
Melalui simbolisme yang hangat ini, PKB sukses menampilkan gaya berpolitik yang dewasa, optimis, dan siap mengawal agenda masa depan Indonesia. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Eksponen 98.





Lappung Media Network