Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Borong 4 Penghargaan IQSA 2026, Pertagas Buktikan Budaya K3 Berkelas Dunia.
Borong 4 Penghargaan IQSA 2026, Pertagas Buktikan Budaya K3 Berkelas Dunia
Oleh: Mahendra Utama*
Pendahuluan: Pengakuan atas Konsistensi Keselamatan
PT Pertamina Gas (Pertagas) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih 4 penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards (IQSA) 2026.
Penghargaan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di seluruh lini operasional.
Malam penganugerahan IQSA 2026 digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 28 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional Menuju Keberlanjutan Ekonomi”. Sebanyak 30 perusahaan dari berbagai sektor industri menerima penghargaan atas penerapan QHSE yang konsisten.
Budaya Keselamatan di Balik 123 Juta Jam Kerja Selamat
Pencapaian ini tidak datang secara instan. Hingga Juli 2026, Pertagas mencatatkan 123.312.070 jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja (zero accident) di seluruh wilayah operasinya.
Teori Safety Culture yang dikembangkan oleh Reason (1997) menekankan bahwa budaya keselamatan terbentuk dari nilai, sikap, dan perilaku kolektif seluruh anggota organisasi.
Pertagas membuktikan teori ini melalui konsistensi implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang melibatkan seluruh “Perwira Pertagas”.
Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis Pertagas, Arifin Ahmad, menyatakan: “Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh Perwira Pertagas yang konsisten mengimplementasikan budaya K3. Lingkungan kerja yang aman dan sehat akan berdampak langsung pada produktivitas pekerja, sekaligus menjadi bagian dari strategi manajemen risiko jangka panjang bagi keberlangsungan operasional perusahaan”.
Kepemimpinan QHSE: Dari CEO hingga VP HSSE
Penghargaan yang diraih Pertagas mencakup empat kategori bergengsi:
1. The Best Safety Culture and Sustainability 2026
2. The Best QHSE Digital Innovation 2026
3. The Best CEO for Corporate QHSE Excellence 2026 — diraih Direktur Utama Indra P. Sembiring
4. The Best QHSE Leadership 2026 — diraih VP HSSE Rotua Elyzabeth
Teori kepemimpinan keselamatan (Safety Leadership) dari Cooper (2000) menyatakan bahwa komitmen pemimpin puncak merupakan faktor kunci dalam membentuk budaya keselamatan organisasi.
Penghargaan bagi Direktur Utama dan VP HSSE Pertagas menjadi bukti nyata kepemimpinan yang kuat dalam mendorong transformasi QHSE.
Rotua Elyzabeth menegaskan visi jangka panjang: “Keselamatan dalam bekerja bukan sekadar himbauan atau capaian teknis yang bersifat sementara. Keselamatan harus menjadi budaya dan kebiasaan yang terus terjaga lintas generasi pekerja”.
Inovasi Digital: Masa Depan Pengelolaan K3
Penghargaan The Best QHSE Digital Innovation 2026 menunjukkan bahwa Pertagas tidak hanya mengandalkan prosedur manual, tetapi juga memanfaatkan transformasi digital sebagai enabler penerapan QHSE.
Ketua Dewan Juri IQSA 2026, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K. (Guru Besar Ilmu K3 Universitas Indonesia), menyoroti pentingnya teknologi: “Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), robotika, otomatisasi, big data, hingga teknologi wearable kini mulai menjadi bagian dari aktivitas pekerjaan… Dalam konteks K3, perubahan ini membawa peluang yang sangat besar”.
Kesimpulan: Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang
Raihan 4 penghargaan Pertagas di IQSA 2026 bukan sekadar piala, melainkan bukti bahwa budaya keselamatan yang kuat, didukung kepemimpinan visioner dan inovasi digital, mampu menciptakan operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. (*)
——————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network