Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung

    Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung

    Editor354 by Editor354
    01/09/2026
    in Saburai
    Meledaknya Bisnis Kuliner di Bandar Lampung

    Ilustrasi: OpiniMahe: Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung.

     

    Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Kawasan Strategis yang Jadi Primadona Kuliner

    Rawa Laut, Pahoman, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Ryacudu di Bandar Lampung kini menjelma menjadi surga kuliner. Fenomena ini bukan kebetulan. Keempat kawasan ini memiliki keunggulan lokasi yang sulit ditandingi.

    Rawa Laut dan Pahoman yang berada di Kecamatan Enggal dan Tanjungkarang Timur merupakan kawasan padat dengan berbagai fungsi pendukung seperti perkantoran, kesehatan, bisnis, dan bank.

    Sementara Jalan Sultan Agung dan Jalan Ryacudu berada di jalur strategis yang menghubungkan berbagai titik aktivitas kota.

    Kehadiran One Recipe di Jalan Prof. M. Yamin, Mie Jebew di Jalan Jenderal Sudirman, hingga Rumah Makan Mentuha di Jalan Ryacudu menjadi bukti nyata betapa kawasan ini diminati.

    Teori Central Place dan Arus Manusia

    Fenomena ini dapat dijelaskan melalui Central Place Theory dari Christaller, yang menyatakan bahwa pusat-pusat pelayanan akan tumbuh di lokasi yang mampu menjangkau konsumen terbanyak dengan biaya transportasi minimal.

    Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa distribusi restoran di kawasan perkotaan tidak hanya mengikuti teori tempat sentral, melainkan juga teori aliran pusat (central flow theory).

    Artinya, kuliner tumbuh di titik-titik arus manusia persimpangan jalan, dekat perkantoran, dan pemukiman padat.

    Kawasan Enggal sendiri tercatat sebagai salah satu daerah dengan destinasi kuliner terbanyak karena merupakan zona bisnis yang paling favorit.

    Hal ini selaras dengan temuan bahwa aksesibilitas, suasana lokasi, dan karakter demografi penduduk merupakan pertimbangan lokasi utama bagi bisnis kuliner.

    Faktor Keramaian dan Efek Klaster

    Keberhasilan satu usaha kuliner di suatu kawasan menimbulkan clustering effect. Ketika satu tempat ramai, pengusaha lain berbondong-bondong membuka usaha di sekitar lokasi yang sama untuk memanfaatkan arus pengunjung.

    Inilah yang terjadi di Pahoman dengan hadirnya berbagai kafe dan restoran dalam radius berdekatan. (*)
    ——————————————————————
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #EkonomiKreatif#MahendraUtama#PemerhatiPembangunanBandarLampungKulinerBisnisKulinerOpiniMaheStrategiLokasiUrbanDevelopment
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Menimbang Optimisme dan Kesiapan Desa Lampung Menuju Ekspor

    Next Post

    Kantor Pertanahan Palangka Raya Lakukan Evaluasi Kinerja

    Related Posts

    Petani Lampung Menuju Sejahtera_2
    Saburai

    Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

    26/10/2026
    Enklave Energi Baru Lampung
    Saburai

    Katibung: Growth Pole atau Enklave Energi Baru Lampung?

    24/10/2026
    Pakan Mandiri Lampung
    Saburai

    Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri

    22/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Lampung? Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Katibung: Growth Pole atau Enklave Energi Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung: Jagung Petani Hingga Protein Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinergi Danantara-Pemprov Lampung Bangun Pabrik Pakan demi Stabilitas Harga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved