Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung.
Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Kawasan Strategis yang Jadi Primadona Kuliner
Rawa Laut, Pahoman, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Ryacudu di Bandar Lampung kini menjelma menjadi surga kuliner. Fenomena ini bukan kebetulan. Keempat kawasan ini memiliki keunggulan lokasi yang sulit ditandingi.
Rawa Laut dan Pahoman yang berada di Kecamatan Enggal dan Tanjungkarang Timur merupakan kawasan padat dengan berbagai fungsi pendukung seperti perkantoran, kesehatan, bisnis, dan bank.
Sementara Jalan Sultan Agung dan Jalan Ryacudu berada di jalur strategis yang menghubungkan berbagai titik aktivitas kota.
Kehadiran One Recipe di Jalan Prof. M. Yamin, Mie Jebew di Jalan Jenderal Sudirman, hingga Rumah Makan Mentuha di Jalan Ryacudu menjadi bukti nyata betapa kawasan ini diminati.
Teori Central Place dan Arus Manusia
Fenomena ini dapat dijelaskan melalui Central Place Theory dari Christaller, yang menyatakan bahwa pusat-pusat pelayanan akan tumbuh di lokasi yang mampu menjangkau konsumen terbanyak dengan biaya transportasi minimal.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa distribusi restoran di kawasan perkotaan tidak hanya mengikuti teori tempat sentral, melainkan juga teori aliran pusat (central flow theory).
Artinya, kuliner tumbuh di titik-titik arus manusia persimpangan jalan, dekat perkantoran, dan pemukiman padat.
Kawasan Enggal sendiri tercatat sebagai salah satu daerah dengan destinasi kuliner terbanyak karena merupakan zona bisnis yang paling favorit.
Hal ini selaras dengan temuan bahwa aksesibilitas, suasana lokasi, dan karakter demografi penduduk merupakan pertimbangan lokasi utama bagi bisnis kuliner.
Faktor Keramaian dan Efek Klaster
Keberhasilan satu usaha kuliner di suatu kawasan menimbulkan clustering effect. Ketika satu tempat ramai, pengusaha lain berbondong-bondong membuka usaha di sekitar lokasi yang sama untuk memanfaatkan arus pengunjung.
Inilah yang terjadi di Pahoman dengan hadirnya berbagai kafe dan restoran dalam radius berdekatan. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.




Lappung Media Network