Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Potensi Rute Penerbangan Langsung Radin Inten II Menuju Konektivitas Global.
Potensi Rute Penerbangan Langsung Radin Inten II Menuju Konektivitas Global
Oleh: Mahendra Utama*
Lompatan infrastruktur udara di Lampung tengah memasuki babak baru. Keberadaan rute penerbangan langsung dari Bandara Radin Inten II (TKG) kini tidak lagi sebatas alat pemangkas jarak tempuh, melainkan motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi regional.
Selama ini, lanskap penerbangan TKG didominasi oleh koridor utama menuju Jakarta melalui Soekarno-Hatta yang menjadi pusat gravitasi mobilitas harian.
Di sisi lain, keterhubungan menuju Batam memegang peran vital dalam menjaga denyut rantai pasok logistik serta aktivitas bisnis menuju kawasan perdagangan bebas di Sumatra bagian utara.
Tidak kalah penting, penerbangan perintis lokal menuju Krui di Pesisir Barat hadir sebagai urat nadi yang menjaga aksesibilitas wilayah pelosok dan destinasi wisata bahari.
Meski demikian, ketergantungan pada rute-rute konvensional tersebut perlu segera diputus melalui ekspansi agresif.
TKG menyimpan prospek besar untuk membuka penerbangan langsung ke pusat ekonomi baru seperti Yogyakarta dan Bali. Langkah ini bakal membuka koridor pariwisata lintas pulau tanpa hambatan.
Selain itu, pembukaan rute langsung ke Medan menjadi krusial untuk memperkuat integrasi ekonomi intra-Sumatra tanpa harus memutar dan membuang biaya transit di Jakarta.
Secara teoritis, Francois Perroux dalam Growth Pole Theory menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak muncul secara serentak, melainkan terkonsentrasi pada kutub-kutub pertumbuhan tertentu.
Penerbangan langsung bertindak sebagai katalisator utama yang memicu penumpukan modal, mempercepat arus pergerakan barang, serta mengoptimalkan mobilitas sumber daya manusia.
Ketersediaan akses udara yang efisien terbukti secara empiris mampu menekan biaya transaksi ekonomi (transaction costs), mendorong efisiensi iklim usaha, dan mempercepat integrasi pasar regional secara berkelanjutan. (*)
—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network