Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang mengulas lengkap tentang: Lampung Selatan Untung Rugi Lepas 9 Desa.
Lampung Selatan Untung Rugi Lepas 9 Desa
Oleh: Mahendra Utama*
Efisiensi APBD dan Fokus Pembangunan
Bagi Lampung Selatan, pelepasan 9 desa mengurangi beban Dana Desa, ADD, pemeliharaan jalan, dan layanan publik. Anggaran bisa dialihkan ke wilayah tertinggal. Teori federalisme fiskal Oates:
“Layanan publik sebaiknya diserahkan pada yurisdiksi yang paling dekat dengan warga.” Namun, penggabungan justru memindahkan yurisdiksi.
Kehilangan PAD dan PDRB
Kerugiannya nyata: kehilangan PBB-P2, BPHTB, retribusi perizinan; luas berkurang 72,21 km²; populasi hilang 50.000–65.000 jiwa; PDRB turun.
Jati Agung adalah koridor pertumbuhan. Kehilangan kawasan penyangga strategis mengurangi daya tarik investasi.
Risiko Dana Transfer
DAU dan DAK dihitung dari populasi dan luas wilayah. Penurunan keduanya berpotensi mengurangi transfer pusat. Tiebout: warga “memilih dengan kaki” saat layanan dan pajak tidak sesuai.
Jika Lampung Selatan tidak mampu mengimbangi, suburban Jati Agung akan makin terikat ke Bandar Lampung.
Maka negosiasi kompensasi, bagi hasil, dan perjanjian antardaerah menjadi kunci agar pelepasan tidak menjadi kerugian permanen. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network