Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang mengupas lengkap tentang: Kota Baru dan Masa Depan Ibu Kota Lampung.
Kota Baru dan Masa Depan Ibu Kota Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Satu Batas Administrasi
Penggabungan 9 desa sangat erat dengan Kompleks Perkantoran Pemprov Lampung di Kota Baru. Desa Purwotani menjadi lokasi pusat pemerintahan. Integrasi menciptakan single administrative boundary: tata ruang, jalan, infrastruktur, dan pelayanan satu komando di Kota Bandar Lampung.
Teori Core-Periphery
Friedmann: “Daerah inti menarik sumber daya dari pinggiran, lalu menyebarkan inovasi dan pembangunan.” Kota Baru yang sempat mangkrak dapat direvitalisasi lewat anggaran Pemprov, Pemkot, dan investasi swasta.
Kecamatan Kota Baru
Desa-desa integrasi diproyeksikan menjadi Kecamatan Kota Baru. Ini mempertegas fungsi kawasan sebagai pusat pertumbuhan dan perkantoran terpadu.
Dampaknya: percepatan infrastruktur, integrasi transportasi, penghematan waktu tempuh 15–20 menit, dan efisiensi Rp15–25 miliar per tahun.
Namun, harus ada pengendalian tata ruang, lingkungan, dan sosial. Jika berhasil, Kota Baru bukan lagi proyek mangkrak, melainkan jantung baru metropolitan Lampung. (*)
———-‐—–‐——————‐——————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network